AES152 Perihal Kesadaran

Membawa tema kesadaran dan spiritualitas agaknya berat. Membayangkannya pun kadang menjadi beban tersendiri untukku, apa itu kesadaran? apa itu spiritualitas? rasanya semakin dipikirkan pun aku belum mendapatkan jawabannya.
Katanya manusia siapapun dia pasti suatu saat akan mendapatkan hidayahnya. Apa itu hidayah? Mengapa harus menunggu untuk mendapatkan sesuatu yang sakral seperti itu? pikiranku masih dangkal. Semua harus dimengerti oleh logika.
Semakin mencari semakin menjauh, lantas aku semakin bingung apa yang sedang kucari? makna kah? tujuan hidup kah? bersambung kembali dengan pertanyaan sebelumnya, setelah mengerti semua yang aku cari apa yang akan aku dapatkan?
Tenggelam oleh pertanyaan tak berkesudahan, pencarian tanpa titik terang. Semua masih atas dasar logika.
Pada suatu titik aku coba menerima bahwa tidak semua pertanyaan perlu jawaban. Semua pertanyaan hanya sebagai api kecil, penerang apa yang sudah kita alami sebagai cahaya kecil jejak langkah bahwa kita sudah terus melangkah.
Sadar, kata sederhana berbariskan 5 huruf yang singkat, jelas dan utuh. Pencarian dalam luar diri tanpa 5 huruf tersebut ternyata dapat menggenapi, mengisi ruang terisolir yang selama ini terasa hilang. Ah, ternyata perihal rasa.
Membawa rasa yang selama ini terpinggirkan ternyata cukup menjadi teman penerang perjalanan, berangkat dari sana tumbuh hadir sebagai teman karib yang bersama melengkapi perjalanan saat ini, detik ini. Tak cukup sampai itu, ketenangan menanti untuk dirangkul. Trio tanpa label inilah kepingan mozaik pelengkapnya, pada saat ini sudah kuterima dengan tenang, dalam perjalanan berikutnya mungkin saja ada kepingan lain yang sedang menunggu untuk ditemukan.
Aku sadari, hadir, menerima dengan tenang apa yang sekarang aku alami, terima kasih kawan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES942 Holistic Science
Pertama kali mendengar kata holistik (holistic) disandingkan dengan kata lain di belakangnya, seingat saya di sekitar tahun 2005-an. Saat awal kami merintis Rumah Belajar Semi Palar - waktu itu masih mengontrak satu rumah di Jalan Terusan Karang TIneung, karena lokasi saat itu Semi Palar masih beru…

AES935 Dialog Batin : Akar Perwujudan Kehidupan Manusia
John Dewey bilang, Pendidikan adalah Kehidupan itu Sendiri. Dalam konteks itulah, kita perlu berupaya memahami apa yang disebut dengan manusia seutuhnya dalam konteks kehidupannya yang sejati, tentunya dalam pemaknaannya yang paling fundamental. Manusia sejatinya adalah makhluk spiritual. Hal ini t…

AES002 Refleksi di Balik Cucian Piring
Sebagi wanita multi tasking, kegiatan mencuci piring, sering jadi momen untuk aku melakukan refleksi di luar kegiatan ibadah rutin. Tangan tetap bergerak, tapi pikiran bisa bermain, karena aku jadi bisa ngobrol dengan diri sendiri. Sekelumit pertanyaan dasar: Kenapa aku tidak nyaman hari ini? Apa…


