AtomicEssay

AES155 mandala

innocentiainepenulis arsip2

Ketika mengembalikan buku yang dipinjam, kak Yanti memberikan gambar separuh mandala karyanya. Suka sekali, keren banget. Jadi ingin coba buat juga. Meski terlihat sederhana, bukan coretan yang dibuat dengan mudah. Bila diamati teliti, jelas terlihat butuh kesabaran dan ketekunan besar. Sepertinya memang proses yang therapeutic, menenangkan, membuat bentuk yang sama hingga satu lingkaran penuh, lalu mulai dengan lingkaran selanjutnya. Karena itu sepertinya menggambar mandala sekarang digunakan untuk terapi mengurangi anxiety, kecemasan, ketegangan, stress, untuk menemukan rasa damai.

Dalam bahasa Sansekerta, mandala berarti circle, lingkaran. Bentuk yang merepresentasikan bumi atau segala sesuatu yang bersifat duniawi. Di dalamnya terisi penuh bentuk-bentuk geometris, pola-pola simetris. Mungkin pada awalnya, atau bila dicari tahu lebih lengkap, setiap goresan garis, bentuk ataupun titik punya makna atau melambangkan sesuatu.

"Each person's life is like a mandala, a vast limitless circle. We stand in the centre of our own circle and everything we see, hear and think forms the mandala of our life." Pema Chodron

Beberapa agama seperti Budha, Hindu, mengaitkan mandala dengan perjalanan spiritual. Bentuknya juga beragam. Salah satunya adalah mandala pasir.

Ada satu hal menarik mengenai mandala pasir ini. Pada sebuah hari belajar, kak Leo bercerita tentang mandala pasir yang setiap selesai selalu dibuat dihancurkan kembali. Wow, serius? kenapa? Lalu kulihat dari beberapa dokumenter di BBC, tentang mandala pasir yang dibuat para pendeta di Tibet. Yang pasti butuh ketrampilan khusus untuk dapat menuang butiran pasir menjadi bentuk-bentuk yang rumit dan detil. Pasirnyapun mereka haluskan dan warnai sendiri. Suatu ritual khusus, di mana beberapa pendeta bekerja sama menyiapkan pola dan membuat mandala berukuran besar dari pasir berwarna. Diiringi doa, nyanyian dan tari-tarian, para pendeta menggambar dengan khusyuk, tampak seperti satu bentuk meditasi. Proses pembuatannya bisa berhari-hari hingga selesai. Setelah itu dilakukan doa dan upacara yang diakhiri dengan menyapukan pasir yang sudah membentuk mandala indah itu, hingga bertumpuk di tengah. Kemudian dibuang di sungai dengan harapan bahwa doa yang terkandung di dalamnya tersebar ke seluruh dunia. Proses membangun dan menghancurkan yang dilakukan dimaksud sebagai pengingat bahwa tidak ada yang permanen, kekal atau abadi di dunia ini. Sebuah pelajaran yang luar biasa tentang melepas keterikatan..

Komentar (1)

Andy Sutioso

kak @hanief-adnadi, ini nih sekilas tentang Mandala. Kalau dicermati kata-kata yang disebut kak Ine banyak istilah matematikanya, seperti lingkaran, bentuk geometris, simetri dll.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES168 lingkar sempurna

"Lingkaran itu kan bentuk yang sempurna Ne.. Kalau dilambangkan sebagai lingkaran kehidupan, hidup kita kan jauh dari sempurna.." demikian respon seorang teman yang bertanya tentang mandala yang aku buat. Sejenak ucapannya membuat aku tercenung. Sepakat bahwa kedua hal tersebut benar adanya. Namun…

innocentiaine60
AtomicEssay

AES56 memaknai literasi

Hari Belajar hari ini bertopik Literasi. Topik yang luas dan mendasar, pagarnya kelas. Meski demikian, masuk ke kelas, tidak lantas jadi mengerucut ke kemampuan bahasa. Lebih dari tentang huruf, kata, kalimat, atau buku. Lebih dari sekadar mampu membaca teks. Tetap luas, karena yang perlu dibaca, d…

innocentiaine30
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31