AtomicEssay

AES168 lingkar sempurna

innocentiainepenulis arsip2

"Lingkaran itu kan bentuk yang sempurna Ne.. Kalau dilambangkan sebagai lingkaran kehidupan, hidup kita kan jauh dari sempurna.." demikian respon seorang teman yang bertanya tentang mandala yang aku buat. Sejenak ucapannya membuat aku tercenung. Sepakat bahwa kedua hal tersebut benar adanya. Namun sejauh ini aku membuat mandala bukan untuk menyempurnakan hidup, atau pun untuk mengisi lingkar-lingkar hidup dengan kesempurnaan. "Bagaimana bila ternyata mandalamu tidak berada dalam lingkaran sempurna itu?" ujarnya lagi, seolah terus mendorongku untuk membongkar kembali apa yang telah aku lakukan. Masukan yang baik sih, seperti saat aku menyelesaikan proyek akhir. Setelah obrolan itu aku sempat berhenti. Seperti butuh jeda, jarak dan membuat ruang dalam benak sebelum memulai kembali.

Dia memang seniman tulen. Saudara seperguruan yang memang masih aktif berkarya. Berkarya buat dia jelas punya 2 tujuan. Yang pertama mencari bentuk ekpresi yang selaras dengan selera masyarakat, agar bisa dipahami publik. Yang kedua, sebagai ekspresi diri yang disadari tidak selalu punya nilai jual. Dia memang pakar dalam menilai konsep dan memahami makna tersirat. Lewat ungkapannya, ia seperti mengatakan kamu memahami sesuatu yang tersurat tapi bukan yang tersirat.

Sempurna, tidak sempurna, kurang sempurna, terlalu sempurna, itu konsep yang relatif. TIdak perlu dilabelkan juga sih menurut pendapatku. Ketika meyakini nilai atau kebaikan akan suatu hal, lalu mengupayakan, melakukan yang terbaik secara kemampuan dan upaya. Itu sudah langkah menuju sempurna versiku. Jauh dari permukaan, rasa dalam diri akan mengonfirmasi penilaian akan kesempurnaan itu. Ada rasa puas, rasa senang, rasa cukup, yang muncul hingga dapat berucap dalam hati, “sudah ok..”

Sepertinya aku memang masih perlu banyak eksplorasi, mencari mandalaku, lingkar hidupku yang sesungguhnya. Aku tetap membuat mandala, tetap melakukan eksplorasi, dengan mencoba proses yang berbeda-beda. Dan mulai kembali menikmati prosesnya. Seperti saat menggambar mandala bersama kemarin, terasa lebih ringan, mengalir. Mudah2an dapat menemukan yang sedang aku cari lewat mandala.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES155 mandala

Ketika mengembalikan buku yang dipinjam, kak Yanti memberikan gambar separuh mandala karyanya. Suka sekali, keren banget. Jadi ingin coba buat juga. Meski terlihat sederhana, bukan coretan yang dibuat dengan mudah. Bila diamati teliti, jelas terlihat butuh kesabaran dan ketekunan besar. Sepertinya…

innocentiaine81
AtomicEssay

AES 55 Mandala dan Smipa

Hari Selasa menjadi salah satu hari yang dinanti. Sebab, seusai kegiatan kami sebagai Kakak, ada keseruan lain yang menanti. Entah kapan pertama dimulainya aku lupa, tetapi setiap Selasa, aku bersama Kak Ine dan Kak Yanti akan dengan otomatis menuju RT 1 atau ruang TK B untuk membuat mandala bersam…

matheusaribowo62
AtomicEssay

AES182 Kolaborasi Buku Anak

Pada Festival Literasi Tahun Pendidikan 21 yang mulai berlangsung ini, ada banyak program menarik. Salah satu yang baru adalah Kolaborasi Buku Anak. Undangan pertama untuk para penulis. Siapapun yang mau boleh menulis cerita bertema imajinatif untuk anak < 10 tahun. Ternyata cukup banyak yang me…

innocentiaine11