AtomicEssay

AES157 Menggambar Mandala

innocentiainepenulis arsip2

Terpikat pada mandala yang ka Yanti berikan, aku penasaran dan bertekad untuk mencoba membuat sendiri. Yakin betul pasti bisa, aku mulai dengan selembar kertas A2, jangka, penggaris dan pena. Butuh waktu 5 malam hingga tuntas. Proses yang panjang, tapi ternyata jadi pengalaman pertama yang sungguh mengesankan. Mungkin karena belum tahu langkah yang semestinya, jadi  prosesnya sungguh coba-coba dan semauku saja :D Setelah itu barulah aku belajar pada ka Yanti. Konsepnya sungguh sederhana. Dibangun dari lingkaran, bentuk eksak 360 derajat, tanpa awal dan akhir, yang dikembangkan dengan berbagai kemungkinan pembagian juring dan busurnya. Bentuk akhirnya meski seringkali tetap lingkaran, tidak menutup kemungkinan untuk menjadi bentuk lain.

Pertemuan pertama, percobaan pertama, pelajaran pertama itu ternyata memantik keinginanku untuk terus bereksplorasi. Selesai satu, ingin mencoba pola lain, ingin mencoba ukuran berbeda, ingin mencoba struktur atau pendekatan lain… jadilah menggambar mandala ini tantangan yang mengasyikan untukku. Ada titik awal yang pasti untuk memulai. Ini penting untuk aku, karena bukan termasuk orang yang bisa spontan memulai karya, ataupun hal lain, tanpa kejelasan awal dan arah. Ada struktur yang dapat aku ikuti, sekaligus bebas aku kembangkan. Menggores, membuat bentuk, mengisi lingkar demi lingkar dengan berbagai pola dari garis dan titik, menjadi perjalanan yang sangat aku nikmati. Seolah menyalurkan banyak hal dalam diri, tanpa perlu terlalu banyak berpikir. Ada banyak hal ajaib yang dijumpai dalam prosesnya, ataupun ketika memperhatikan hasil akhir. Banyak percakapan dengan diri, dan kerap menemukan kecenderungan diri yang kadang tidak disadari. Seperti pola yang cenderung rumit dan padat saat sedang banyak hal dalam benak. Atau bentuk-bentuk yang ketika diperhatikan serupa dengan rasa yang sedang dialami; seperti pola-pola menyudut, ruang-ruang kecil dan tertutup, atau sebaliknya bentuk-bentuk organik yang mengalir, ringan dan terbuka. Dengan kecenderungan diri yang perfeksionis dan terencana, menggambar mandala juga menjadi semacam terapi untuk terus mengalir dan tidak berpikir terlalu jauh. Karena sebesar apapun usaha untuk merencanakan dan membayangkan, hasilnya selalu berbeda dan di luar dugaan. Tapi selalu suka dan kagum sendiri juga sih . Dalam hal perfesionisme, aku juga belajar untuk tidak terlalu terganggu dengan garis atau pola yang tidak sesempurnya yang diinginakan. Biasanya aku sangat mudah terganggu dan cenderung ingin mengulang saat salah menggores dalam menggambar. Ketika berterima, dan melanjutkan, ternyata pada akhirnya salah gores itu tidak lagi terlihat. Bahkan kadang perlu mencermati lagi, di mana garis yang salah tadi ya.. :D

Menggambar mandala bersama ka @Yantisuryanii7 dan beberapa kakak lain yang berminat, sempat berjalan intensif di semester lalu. Terhenti karena kesibukan akhir semester dan baru akan kami mulai kembali. Sangat menantikan kembali menggambar bersama, menemukan dan berbagi inspirasi, juga cerita tentang proses, temuan dan rasa yang tertuang. Yuk mari…

Komentar (10)

innocentiaine

"Kamu Ucing @yantisuryanii7, giliran kamu menulis AES!" ;D aku kena dari ka Andy, kejar ka Yantii ah.. pas sekalian cerita tentang bikin mandala bareng kakak.. :) Cara bermain ada di sini ya https://ririungan.semipalar.sch.id/smipa/group_discuss/57/ucing-aes

yantisuryanii7

Waaahhh aku ucing hahahahaha seruuuu, ayoooo kita mainnn

joefelus

Akhirnya... sesudah melalui penantian sekian lama :) Terima kasih kak Ine sudah berbagi. Kasihan guru Mandalanya jadi ucing! Hahaha... (muda2an tebakan saya benar kak Yanti yng dimaksud, heehe)

yantisuryanii7

Siaaapp jadi ucing selanjutnya Pak Joey?

innocentiaine

heheh.. 'akhirnya' ya pak.. sama2 terima kasih pak, masih perlu belajar konsistensi nih sama pak Joe :D Betul pak, yang saya tag ka Yanti, guru saya.. hihi..

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES035 Fair

God proclaimed "If you are grateful, I will certainly give you more." Once I thought why didn't God just give everyone happiness? Everyone should live in big houses with beds of dollars Now we got people scratching for dollars to get a bed But I think twice and thrice Bed of dollars won't stop tear…

maulrest11
AtomicEssay

AES467 Imlek dalam Bingkai Tradisi

Pagi ini saya berangkat ke Jakarta untuk merayakan Tahun Baru Imlek (Chinese New Year) bersama keluarga di Jakarta. Ibu mertua dan kakak-kakak ipar saya banyak yang tinggal di Jakarta. Keluarga di Jakarta juga masih merayakan Imlek, dan ini jadi sebuah tradisi keluarga untuk merayakan dan menyambut…

Andy Sutioso32
AtomicEssay

AES182 Kolaborasi Buku Anak

Pada Festival Literasi Tahun Pendidikan 21 yang mulai berlangsung ini, ada banyak program menarik. Salah satu yang baru adalah Kolaborasi Buku Anak. Undangan pertama untuk para penulis. Siapapun yang mau boleh menulis cerita bertema imajinatif untuk anak < 10 tahun. Ternyata cukup banyak yang me…

innocentiaine11