AtomicEssay

AES467 Imlek dalam Bingkai Tradisi

Andy Sutiosopenulis arsip2

Pagi ini saya berangkat ke Jakarta untuk merayakan Tahun Baru Imlek (Chinese New Year) bersama keluarga di Jakarta. Ibu mertua dan kakak-kakak ipar saya banyak yang tinggal di Jakarta. Keluarga di Jakarta juga masih merayakan Imlek, dan ini jadi sebuah tradisi keluarga untuk merayakan dan menyambut Tahun Baru Cina setiap tahun. 

Keluarga saya sendiri sudah tidak merayakan Imlek. Kakek saya lebih fasih berbahasa Belanda daripada bahasa Mandarin. Saya juga lebih fasih berbahasa Sunda daripada bahasa Mandarin. Saya dan adik-adik sudah tidak punya nama Cina, ayah dan ibu saya masih punya, masing-masing dari marga Thio dan Tan. Jadi yang tersisa hanya darah dan tampang saya aja yang Cina

. Kadang orang masih menyapa saya dengan panggilan engko - padahal sehari-hari di Smipa saya dipanggil kakak. Soal tradisi Tionghoa saya tidak banyak paham. Apalagi anak-anak saya.

Jum'at sore beberapa kakak menanyakan kepada saya, "Kak Andy Imlekan di mana?" Pertanyaan itu berlanjut ke obrolan tentang tradisi Imlek - termasuk mengenakan baju baru - berwarna merah di hari Tahun Baru. Di mana-mana, terutama di pusat perbelanjaan, dekorasi juga didominasi warna merah dan emas. Warna yang di dalam tradisi Cina / Tionghoa diyakini membawa keberuntungan. Muncul lagi pertanyaan, "kak Andy pake baju warna merah?" Nah ini jadi obrolan yang lucu, karena kakak-kakak cukup tahu bahwa saya lebih suka memakai baju warna gelap. Abu-abu, hitam atau biru. Hampir tidak pernah saya mengenakan baju warna cerah. Ya ini memang preferensi saya - entah kenapa sudah lama begitu. 

Beberapa kakak akhirnya jadi sangat kepo, "Jadi kak Andy besok pake baju merah? Kirim foto ya kak... Begitu kata mereka. Saya hanya tertawa. Sebetulnya saya tidak bermasalah pake baju berwarna merah. Yang paling hindari adalah saya membeli sesuatu yang hanya akan dimanfaatkan sekali atau dua kali. Jadi karena warna merah bukan warna favorit saya, saya menghindari membeli pakaian berwarna merah. Kalau saya beli baju warna merah, baju itu akan tersimpan di lemari begitu saja. Sesuatu yang sangat saya hindari. Begitu ceritanya.

Dalam bingkai tradisi, perayaan Tahun Baru Imlek adalah cara masyarakat Tionghoa untuk membangun semangat dan antusiasme untuk masuk ke satu siklus tahun yang baru. Berbagai hal yang dilakukan adalah ditujukan untuk membangun keyakinan bahwa tahun mendatang akan membawakan keberuntungan dan kebahagiaan. Semacam cara untuk membangun 'being' sebelum melakukan berbagai hal (doing) di tahun berikutnya. Ini adalah sesuatu yang keren banget, walaupun sepertinya makna dari masing-masing bentuk implementasi tradisi Imlek belum tentu masih betul-betul dipahami.

Tapi inilah kekhasan masyarakat tradisi - seperti yang ditemui di dalam tradisi masyarakat lokal dalam berbagai bentuk kearifannya masing-masing. Hal yang sama juga bisa ditemui di masyarakat tradisi di Indonesia - dari Sabang sampai Merauke. Kalau kita pahami, kebanyakan punya makna yang sangat mendalam dan punya rasionalitasnya masing-masing. Sayangnya modernisme dan konsumerisme seringkali menggiring kita menjauh dari hal-hal tersebut. Salam. 

回回回回回回回回回回回回回回

新年快乐 

Xin Nian Kuai Le

(Selamat Tahun Baru)

恭喜发财 

Gong Xi Fa Cai

(Semoga Banyak Rejeki)

身体健康 

Shen Ti Jian Kang

(Badan sehat selalu)

万事如意 

Wan Shi Ru Yi

(Semua masalah dpt selesai sesuai kehendak kita)

年年有馀 

Nian Nian You Yu

(Tiap Tahun Selalu Berlebih)

合家平安 

He Jia Ping An 

(Semua Keluarga Selamat)

事事顺利 

Shi Shi Shun Li 

(Semua Usaha Lancar Selalu)

回回回回回回回回回回回回回回

 

Photo by RODNAE Productions: https://www.pexels.com/photo/red-and-gold-gift-boxes-6692117/ 

Komentar (2)

Andy Sutioso

"Kamu Ucing @innocentiaine, giliran kamu menulis AES!" Cara bermain ada di sini ya https://ririungan.semipalar.sch.id/smipa/group_discuss/57/ucing-aes

innocentiaine

waah kena.. udah lama ga main ucing-ucingan nih.. mudah2an yang nyumput pada keluar ya..

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES035 Fair

God proclaimed "If you are grateful, I will certainly give you more." Once I thought why didn't God just give everyone happiness? Everyone should live in big houses with beds of dollars Now we got people scratching for dollars to get a bed But I think twice and thrice Bed of dollars won't stop tear…

maulrest11
AtomicEssay

AES157 Menggambar Mandala

Terpikat pada mandala yang ka Yanti berikan, aku penasaran dan bertekad untuk mencoba membuat sendiri. Yakin betul pasti bisa, aku mulai dengan selembar kertas A2, jangka, penggaris dan pena. Butuh waktu 5 malam hingga tuntas. Proses yang panjang, tapi ternyata jadi pengalaman pertama yang sungguh…

innocentiaine510