AtomicEssay

AES159: Bubur Kertas

haegenquinstonpenulis arsip2

Sudah saatnya aku melangkah maju dari tulisan berbau filosofis, dan menuju tulisan-tulisan yang bisa menjadi bahan refleksiku sehari-hari setiap hari.

Bubur kertas adalah komponen utama dari kesuksesan pencarian duit di K11 kami ini. Karena adanya bubur kertas, maka kami bisa memproduksi kertas daur ulang setiap hari yang akhirnya akan menjadi bahan penjualan.produk kami. Bubur kertas yang ideal adalah yang dibuat secara instan, halus, dan kualitas warnanya putih sedikit ke-abuan (tidak terlalu abu, ataupun warna lain). Namun, seiring berjalannya waktu, kualitas bubur juga menurun akibat kontaminasi dari luar sehingga bau. Kalau bubur kertas sudah mulai berbau, artinya harus cepat dihabiskan dalam waktu dekat sebelum kadaluarsa.

Masalah besar yang aku temui selama masa pembuatan bubur kertas adalah kurangnya stok. Karena kurangnya stok bubur kertas, kadang aku tidak melakukan produksi sehingga terhambat. Secara tidak langsung, aku terlalu mengandalkan temanku untuk bikin bubur sebelum aku bergerak produksi.kertas, sehingga menghambat pekerjaan.

Masalah paling nyangkut di pikiranku adalah bubur kertas, yang kurang efektif. Saat sedang membuat bubur kertas banyak dan massal, malah tidak terpakai dan akhirnya dibuang dengan cara dikubur. Sementara, jika produksi bubur kertas sedikit, menurutku kurang efektif dan cepat habis.

Bagaimana solusinya? Seperti yang Kak Mel pernah katakan, hal-hal itu bukan tentang orang lain, mengenai diri kita sendiri. Apakah kita sudah mengerjakan peran kita dengan baik, semaksimal mungkin? Ternyata aku nggak. Selama beberapa minggu atau bulan terakhir, kadang aku membuat bubur kertas sendiri secara inisiatif. Lama kelamaan, aku semakin malas dan mengandalkan teman yang lain. Karena itu, aku menjadikannya alasan untuk tidak produksi, padahal kenyataannya, bisa inisiatif aja.

Orang lain tidak bisa aku atur, tetapi diri ku sendiri bisa. Pembelajarannya, kapan lagi perubahan bisa terjadi kalau bukan sekarang? Apakah perubahan tergantung orang lain, tentu tidak. Hanya kita saat ini yang bisa melakukannya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES239: The Scouting of Earth Hour

Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES238: Move On

Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES237: Diriku yang Berbeda

Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…

haegenquinston20