AES165 Minggu-Minggu Sibuk

Halo teman-teman yang budiman, maaf baru menampakkan diri lewat tulisan ini. Ada kalanya kita ingin bicara, tetapi lidah terasa kelu dan jari-jari pun enggan menari di atas papan ketik. Begitulah minggu lalu dan minggu ini bagi saya. Rasanya dunia datang menumpuk, seperti kertas yang ditaruh sembarangan di meja, satu demi satu lama-lama menimbun hingga kita sendiri nyaris tak punya ruang.
Minggu lalu tepat di hari Jumat, Bandung bergemuruh oleh kabar demo. Kota yang biasanya ramah dan sibuk oleh lalu lintas, tiba-tiba terasa punya denyut berbeda. Pukul dua belas siang saya punya janji les di jalan Cimanuk. Selesai jam setengah dua, suasana mulai bergegas. Mama saya dan adik sudah panik karena pengumuman menyebut demo dimulai jam segitu. Saya pulang terburu-buru, untung langkah lebih cepat daripada riuh massa. Di jalan ada semacam perasaan: betapa tipis batas antara rutinitas biasa dan sebuah kerusuhan yang bisa pecah kapan saja.
Belum sempat napas panjang, hari Minggu datang membawa cerita lain. Adik saya terbaring dengan cacar air. Bintik-bintik kecil di tubuhnya bukan hanya menandai sakit, tapi juga menandai tambahan tugas buat saya. Rumah tiba-tiba jadi ruang perawatan, sementara di sudut-sudutnya masih menunggu pekerjaan rumah tangga dan proyek pribadi. Seakan-akan waktu ingin menguji: seberapa sanggup kita memeluk semua kewajiban sekaligus.
Di tengah itu, saya harus mengingat ada proyek film yang menunggu disentuh. Tapi bukankah hidup memang begitu? Kadang semua kewajiban menumpuk, kita hanya bisa menarik napas panjang lalu memilih: mana yang bisa diselesaikan duluan, mana yang harus dibiarkan menunggu giliran. Saya hanya bisa berdoa, semoga kelak ada ruang untuk bernapas lebih leluasa.
Untuk sementara, saya titip salam pada Kak Bayu. Mohon maaf saya agak terseret arus sibuk, luar dan dalam diri sedang ramai. Namun saya percaya kesibukan ini bukan musuh. Ia hanya tanda bahwa kita masih hidup, masih dibutuhkan, masih berjalan.
Dan mungkin di ujung minggu sibuk ini, ada ketenangan yang menunggu.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES194 Jalan-Jalan 2 Minggu Ini
Tulisan di Ririungan tanggal 23 Agustus 2026Halo teman-teman yang budiman, sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis sepatah dua patah kata di sini. Entah kenapa, gairah menulis saya sempat mengalami kekeringan. Bukan karena tidak ada kehidupan yang berjalan, bukan juga karena kepala benar-benar…

AES193 Menulis Kanji
Tulisan di Ririungan tanggal 15 Agustus 2026Halo teman-teman yang budiman, terpantau sudah satu bulan lamanya saya tidak menulis di Ririungan seperti biasanya. Bukan karena tidak ingin menulis, tapi barangkali karena saya sedang menunggu sesuatu yang cukup menarik untuk dituliskan dalam sebuah esai…

AES192 Melihat Lebih Dekat
Halo teman-teman yang budiman, jujur saja, awalnya saya tidak tahu judul apa yang layak untuk tulisan hari ini. Ada hari-hari ketika judul datang lebih dulu daripada isi tulisan. Tapi ada juga hari ketika isi kepala berjalan sendiri, sementara judul tertinggal jauh di belakang. Maka saya memilih ju…

