AES167: Perumamaan
Perumpamaan adalah bentuk contoh dari sebuah maksud yang ingin kita sampaikan. Pada dasarnya, semua perumpamaan memiliki moral dan intisari-nya sendiri untuk diambil, misalnya umpama lempar batu sembunyi tangan. Arti dari perkataan tersebut adalah, berbuat kesalahan tapi tidak bertanggung jawab.
Perumpamaan sering kutemui di saat pelajaran agama maupun pelajaran hidup. Misalnya, kalau di agamaku, banyak sekali perumpamaan yang disebut oleh Tuhan sebagai pelajaran hidup, misalnya perumpamaan mengenai biji yang tidak bertumbuh. Maksud dari perumpamaan tersebut adalah pertumbuhan dan pemenuhan potensi yang sesungguhnya. Tentu kita semua bisa setuju, apapun potensi yang kita miliki, perlu kita kembangkan dan tidak kita biarkan.
Apakah perumpamaan itu penting? Menurutku, perumpamaan bisa menggambarkan sebuah masalah dengan pencontohan lain. Inti dan maksud dari masalah bisa memiliki kesamaan dan kemiripan, tujuannya, supaya orang lebih mengerti akan contohnya.
Kalau aku ditantang untuk membuat suatu perumpamaan, otomatis akan cukup banyak berpikir tetapi tidak terlalu berat, yang penting kita mengerti apa inti yang ingin disampaikan, bagaimana mencairkannya ke kehidupan sehari-hari. Misalnya, perumpamaan mengenai masalah cewe cowo ibaratnya adalah 2 buah magnet. Tidak mungkin magnet yang selatan menempel dengan sejenisnya, sama juga dengan magnet utara menempel dengan yang utara. Namun, magnet utara bisa banget menempel dengan magnet selatan.
Ibaratnya di kehidupan nyata, seorang cowo itu tidak seharusnya memiliki pasangan hidup cowo, tetapi yang berbeda jenis
.
Contoh singkat dari umpama yang kubuat seperti di atas, meskipun kurang berfaedah atau kurang berguna, namun ada makna di baliknya. Maknanya, udah tidak bisa dibantah.
Di dunia ini, kita perlu belajar pemikiran-pemikiran dan sikap moral yang benar, ketimbang yang salah/sesat, dan perumpamaan mungkin bisa menjadi salah satu metodenya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES239: The Scouting of Earth Hour
Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…
AES238: Move On
Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…
AES237: Diriku yang Berbeda
Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…
