AES168 Hola AES, lama tak jumpa

Halo teman-teman yang budiman.
Sudah lama ya, rasanya seperti berabad-abad tak menulis di sini. Mohon maafkan hamba ini yang diam-diam telah berkhianat pada tinta dan kata-kata, membiarkan halaman ini berdebu seperti buku tua yang terlupakan di rak.
Kalau kalian bertanya ke mana saja saya selama ini, tentu saya bisa menjawab dengan gagah: “Saya sibuk menikmati hidup.” Tapi mari kita jujur, itu cuma bualan belaka. Kebenarannya jauh lebih sederhana, bahkan mungkin sedikit lucu: saya sedang jatuh cinta pada bahasa Jepang.
Ya sudah satu bulan lebih dua minggu saya menukar waktu menulis di sini dengan menulis di tempat lain di Ameba Blog, platform blogging asal Jepang. Di sana saya seperti anak kecil yang baru belajar mengeja, menulis dengan kata-kata yang masih kaku tapi penuh semangat. Kadang saya tertawa sendiri membaca tulisan saya yang berantakan, kadang merasa malu tetapi selalu ada rasa hangat yang tumbuh di dada setiap kali saya mengetikkan huruf-huruf hiragana dan kanji.
Bahasa itu seperti manusia, setiap suku katanya punya watak. Ada yang lembut, ada yang keras, ada yang tampak biasa tapi punya makna yang dalam. Dan saya si pengelana kata, sedang berusaha memahami watak-watak itu satu per satu.
Namun hari ini, entah kenapa, saya rindu. Rindu menulis dengan bahasa yang pertama kali membuat saya jatuh cinta, rindu bercerita tanpa harus membuka kamus setiap lima menit, rindu menyapa kalian para pembaca yang setia yang mungkin diam-diam masih membuka laman ini sambil berkata “Apa dia masih hidup?”
Ya saya masih hidup, masih suka menulis, masih suka menunda-nunda, dan masih suka menertawakan diri sendiri.
Jadi, izinkan saya kembali. Izinkan saya menulis lagi di sini dengan segala kebodohan, keraguan, dan kehangatan yang pernah membuat AES terasa seperti rumah kecil bagi kata-kata saya.
Kita mulai lagi, ya? Karena setiap pertemuan yang tertunda hanya menunggu satu kata sederhana untuk dimulai kembali:
Hola.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES192 Melihat Lebih Dekat
Halo teman-teman yang budiman, jujur saja, awalnya saya tidak tahu judul apa yang layak untuk tulisan hari ini. Ada hari-hari ketika judul datang lebih dulu daripada isi tulisan. Tapi ada juga hari ketika isi kepala berjalan sendiri, sementara judul tertinggal jauh di belakang. Maka saya memilih ju…

AES191 Membedah KPB
Halo teman-teman yang budiman, hari ini saya ingin menceritakan sedikit perihal KPB, atau Kelompok Petualang Belajar. Pada mulanya, KPB sudah menjadi semacam tradisi setiap awal naik kelas. Ia hadir sebagai cara sekolah memperkenalkan kembali esensi KPB kepada murid-murid baru, juga mungkin kepada…

AES190 Sonichi
Halo teman-teman yang budiman, hari ini saya ingin menuliskan pengalaman saya kembali ke sekolah. Saya memilih judul “Sonichi” tentu bukan tanpa alasan. Dalam bahasa Jepang, sonichi berarti hari pertama. Saya mengenal istilah itu dari dunia JKT48, biasanya dipakai untuk menyebut momen ketika seoran…
