AtomicEssay

AES172 somatic

innocentiainepenulis arsip2

Somatic, kata yang jarang dipakai / didengar. Paling dekat adalah psikosomatik, yang lebih berhubungan dengan kondisi psikologis. Secara definisi adalah sesuatu yang berkaitan atau muncul dari dalam tubuh.

Ketika bu Yuli memunculkan istilah somatic yoga, jadi penasaran seperti apa, apa yang membedakan dengan yoga lainnya. Senangnya ketika akhirnya mendapat kesempatan ikut kelas yang cocok waktu. Kelasnya kecil, tak sekadar mengikuti ruang, ternyata memang dimaksudkan demikian. Tidak bisa terlalu banyak peserta karena ada proses respon energi yang dilakukan. Meski sebelum mulai bu Yuli sempat menjelaskan tentang somatic, aku belum sepenuhnya paham. Setelah beberapa kali mengikuti baru mulai merasakan apa yang dimaksud, apa yang membedakan. Meski belum dapat menjelaskan utuh.

Tak sekadar bergerak dari asanas ke asanas, latihan dimulai dengan menyadari nafas, lalu bergerak seirama tarikan dan hembusan nafas masing-masing, hingga gerak yang hadir, mengalir, lancar dan tenang bagai menari. Kami diajak merasakan tubuh di setiap gerakan, menyadari gerak. Gerak sederhana yang mengajak kami mencari, merasakan garis tengah tubuh, dan menyeimbangkan tubuh saat bergerak. Gerak sederhana yang mengajak kami menyadari gerak alami dan dualisme dalam tubuh; menarik dan menghembus, menutup dan membuka, menarik dan mendorong. Kami diajak bergerak dari dalam, alih-alih bergerak dengan otot, mengakses bagian-bagian tubuh lain yang jarang disadari. Bergerak lembut dan tenang, bahkan bila mampu, tak terlihat dari luar. Ketika ada yang bertanya bagaimana gerak yang seharusnya, gerak yang baik itu yang alami, sesuai tubuh, jawab bu Yuli.

Gerak itu kaya, gerak itu bisa tak terbatas, tapi tersimpan dalam tubuh. Yang dilakukan dalam latihan ini sepertinya memberi stimuli gerak, dan yang muncul adalah gerak sebagai respon. Hal ini sekaligus mengasah intuisi dan kemampuan gerak alami. Kadang tubuh memberi sinyal, keinginan bergerak yang tidak selalu kita ijinkan untuk diekspresikan. Biasanya lebih sering diabaikan atau dipendam karena malu. Membuka diri untuk memperhatikan pertanda itu, mengikuti dorongan bergerak, tentunya mengasah kepekaan tubuh. Melihat bu Yuli menjelaskan dengan contoh, geraknya ringan mengalir, seolah effortless. Perlu rajin berlatih tentunya untuk bisa semakin memahami tubuh dan kemampuan geraknya..  Hayoo Ne..

Photo by Elina Fairytale: https://www.pexels.com/photo/woman-practicing-yoga-with-stretched-fingers-3822146/

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES0004 Diatur Siklus Daur Ulang

Judulnya mungkin ngga dibuat "blak-blak an" Tapi sepertinya pembahasan berikutnya akan lebih personal dan emosional, yang kurang nyaman sama "roller coaster mood" mangga boleh disetop bacanya sampe sini aja :D". Sekitar awal tahun 2023 aku tetiba teringat cerita dari seorang teman, yang dulu mungki…

Gilangfhj20
AtomicEssay

AES424 Menulis Spontan : Kesadaran Jasmani

Spontan aja ini menulis ga banyak dipikir. Sudah dua hari ini badan kerasa ga fit. Ga tau kenapa. Memang minggu lalu sempat beberapa kali keujanan. Mungkin juga faktor U ya. Kalo dulu waktu masih muda, ke sana kemari naek motor keujanan, kering lagi, basah lagi, badan OK² aja. Sekarang sudah jauh b…

Andy Sutioso31
AtomicEssay

AES366 Bugar?

Rutin saya pagi ini berubah - karenanya saya hari ini saya menulis di malam hari. Pagi tadi saya dan kak Lyn berangkat ke Gambung untuk mengunjungi satu tempat di sana. Saya sempat menulis tentang ini di esai yang ini : Being in Nature. Tapi kali ini saya bukan mau menulis tentang lokasinya tapi te…

Andy Sutioso50