AES18 usang

Aku di sini, sepi, merasa rindu..
Matahari terbit, memberi hangat, bersinar terik, lalu tenggelam,
memberi waktu pada gelap, gemerlap rembulan, dan angin dingin untuk hadir.
Terus bergantian menemaniku
Sesekali hujan menyapa, petir berteriak..
Sudah lama aku di sini
Sejak kali pertama berada di sini aku melihat berbagai keajaiban hidup
Pagi yang sejuk dan tenang, langkah-langkah besar, langkah-langkah mungil,
jabat erat, peluk sayang, tangan-tangan bergandengan,
Sapa ramah, wajah malu-malu, senyum sumringah, tawa riang, teriak gembira
Waktu hening, doa pagi, membaca bersama saat Jabawaskita
Khusyuk terasa, aku turut mendengar hening di antara mereka
Berpuluh kepala di depanku asik memasuki diri dan dunia imaji mereka
Hingga denting lonceng berbunyi dan kakak memanggil
Kaki-kaki yang menapak rumput hijau dan segar
Kaki-kaki yang berebut bola, menendang tinggi, jauh, sebebas hati mereka
Sesekali terarah dan mendekatiku. Bungah hatiku,
Wahh aku bisa ikut bermain..
Kadang kakak mengajak mereka bermain, membuat karya, atau mendongeng di sini
Kadang alunan suara merdu terdengar saat mereka menyanyi bersama
Menjelang siang mereka duduk di depanku menikmati bekal dari rumah
sambil terburu-buru ingin segera bermain sebelum kembali ke kelas
Ada-ada saja ide dan temuan mereka saat bermain bebas
Aku suka melihat mereka bermain petak umpet, aku tahu di mana mereka bersembunyi
Kadang mereka berlatih wushu, atau menari di sini
Keren sekali ketika mereka mempertunjukkan hasil mereka berlatih
Aku ingin turut bertepuk tangan saat melihat mereka berani mencoba tampil.
Sungguh terasa takjub bila terkenang
Saat mereka menemukan hal baru, menghadapi tantangan, meyakini kemampuan diri
Saling menyemangati teman, saling menghibur, membesarkan hati, bekerja sama
Aku turut belajar saat para kakak atau ayah-ibu berkumpul untuk belajar bersama
Woow banyak sekali hal menarik yang dibicarakan
Saat ada yang duduk di bangku di depanku, aku turut tertawa geli mendengar canda garing,
pembicaraan ringan hingga kelewat berbobot, gosip tetangga sebelah hingga curahan isi hati
Sepi sekali ketika tiba-tiba semua itu terhenti
Aku terus menunggu dan merindu
Entah untuk berapa lama lagi
Entah bagaimana teman-teman kecilku bermain kelak
Tak lama lagi masa tugasku selesai sudah.
Aku akan berganti rupa, agar tak lagi usang.
Tak mengapa.. di dalam hati sudah tercatat selaksa kenangan indah.
Aku tak henti berdoa dan berharap bahwa kegembiraan dan keajaiban hidup di sini akan segera kembali.
Bahwa semua dari mereka yang pernah hadir di sini baik-baik saja,
semakin kuat, tetap bertumbuh dan tetap bahagia.
Sampai jumpa..
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES182 Kolaborasi Buku Anak
Pada Festival Literasi Tahun Pendidikan 21 yang mulai berlangsung ini, ada banyak program menarik. Salah satu yang baru adalah Kolaborasi Buku Anak. Undangan pertama untuk para penulis. Siapapun yang mau boleh menulis cerita bertema imajinatif untuk anak < 10 tahun. Ternyata cukup banyak yang me…

AES181 Terima Kasih!!
Festival Literasi TP 2024-2025 baru saja berakhir, penuh rasa dan syukur. Festival Literasi di Smipa bukan acara yang wah dalam arti mewah atau meriah saja. Yang ingin dicapai bukan sekadar wah. Banyak hal yang ingin kita sasar dan bangun lewat kegiatan ini. Jadi, apa yang membedakan Festival Liter…

AES180
Sudah cukup lama tidak mengunjungi akun Ivan Lanin. Biasanya pada periode merapot, saya suka melihat-lihat postingan beliau. Banyak dapat info perkembangan bahasa Indonesia yang jarang sekali dapat perhatian. Unggahan uda selalu menarik, dengan nuansa humor yang kocak, sekaligus mengajak pembaca be…
