AtomicEssay

AES187 Ayah

Andy Sutiosopenulis arsip2

Hari ini hari jadi ayah saya, jadi tulisan hari ini saya dedikasikan untuk beliau. Semi Palar bisa terwujud dengan dukungan beliau kepada kami yang menggagas - mengungkapkan angan-angan tentang keinginan membuat sebuah sekolah, belasan tahun yang lalu. Sekolah itulah yang mempertemukan kita semua di sini. Bagi rekan-rekan yang membaca posting ini, perkenalan kita satu sama lain terjadi atas jasa beliau untuk kita semua. 

Ayah saya sendiri tidak pernah mau melibatkan diri secara langsung dalam penyelenggaraan Semi Palar. Tapi segala sesuatu yang ada dan kita alami bersama di Semi Palar hari ini, berpijak di atas dukungan beliau untuk gagasan Semi Palar. Beliau sendiri memilih untuk anonimous (tidak dikenal). Sejauh saya ingat, beliau hanya sempat satu - dua kali menginjakkan kaki, mengunjungi Rumah Belajar Semi Palar. Selebihnya segala sesuatu beliau tangkap dari apa yang kami kisahkan kepada beliau. 

Ayah saya adalah orang yang paling saya kagumi. Saya banyak sekali belajar dari beliau. Ayah saya sangat berhasil dengan apa yang beliau lakukan di bidangnya, mulai betul-betul dari bawah sampai terakhir duduk di posisi tinggi di perusahaan. Perusahaan di tempat beliau bekerja terus memperpanjang masa kerjanya sampai empat atau lima kali setelah usia beliau masuk usia pensiun. Beliau sendiri baru menutup masa kerjanya di tahun kemarin saat memasuki situasi pandemi, di usianya yang ke 80 tahun. Beliau adalah karyawan dengan masa kerja terlama di perusahaan tersebut .

Beliau juga mendidik kami anak-anaknya dengan caranya yang luar biasa. Yang paling luar biasa dari beliau adalah bagaimana beliau mendorong kami untuk melakukan apapun yang jadi pilihan kita sebaik-baiknya yang kita bisa. Saya pernah menuliskan sedikit tentang ini di esai saya yang berjudul Do Your Best.

Di suatu waktu beliau bertanya kepada kami (saya dan Lyn). Pertanyaan beliau pendek saja "Kamu serius, mau mendirikan sekolah?" Setelah berpikir sebentar, kami mengangguk yakin. Di situlah titik awal mulai terwujudnya Rumah Belajar Semi Palar. Rangkaian ceritanya - sedikit-sedikit saya tuangkan dalam kepingan tulisan di Ririungan ini 

Sedikit bercerita, ayah saya juga tidak asing dengan dunia pendidikan. Beliau sudah lama juga terlibat di dunia pendidikan, beliau adalah anggota Yayasan UnPar. Setahu saya beliau anggota Dewan Pengawas di Yayasan Unpar. Setahu saya beliau terlibat di sana juga sudah lebih dari tiga puluh tahun. 

Jadi ya, tulisan pendek ini mudah-mudahan memberikan gambaran tentang ayah saya - sosok yang tidak pernah dikenal tapi sangat penting terkait eksistensi Rumah Belajar Semi Palar saat ini. Mudah-mudahan tulisan pendek ini jadi satu kepingan yang melengkapi sejarah keberadaan sekolah kita ini. Mudah-mudahan saya juga berkesempatan menulis sedikit tentang beliau di dalam esai-esai lainnya. Salam. 

Komentar (2)

aadmin

Selamat ulang tahun untuk Pak Peter Sutioso. Semoga Pak Peter dikaruniai usia yang panjang, kesehatan, kebahagiaan, dan semangat untuk tetap berbagi ilmu dan kebijaksanaan kepada kita semua para junior.

Andy Sutioso

Terima kasih atas doanya Ahkam.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES791 Bendera, Upacara dan Spirit Ke-Indonesia-an

Setiap tanggal 17 Rumah Belajar Semi Palar menyelenggarakan Upacara Bendera. Ritual penghormatan Sang Merah Putih dan pengkhidmatan terhadap kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan yang udaranya bisa kita hirup dalam-dalam setiap harinya saat ini. Pagi harinya, saya menerima sebuah video pendek dari mas…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES356 Berbincang dengan Kang Aat

Sehari setelah pertemuan dengan kang Wawan, saya kembali bikin janji bersama mas Imam untuk berkunjung ke kediaman kang Aat. Kalau kemarin saya berangkat ke arah Barat Bandung, kali ini saya melintas kota Bandung ke arah Timur menuju ke rumah kang Aat setelah pindah dari rumahnya yang selama ini sa…

Andy Sutioso20
AtomicEssay

AES325 Merasa Berhak, Merasa Berjasa

Hmm, entah kenapa saya terpikirkan menulis tentang ini. Ini pesan ayah saya yang begitu melekat dalam diri saya. Jangan pernah merasa berhak dan jangan pernah merasa berjasa. Sejauh saya amati, bagi ayah saya, ini bukan hanya kata-kata atau jargon belaka, tapi juga beliau hayati dalam kehidupannya.…

Andy Sutioso180