AES191: Bingung atas Magang
Magang adalah, bekerja secara 'trial' dan paruh waktu. Secara profesional, magang dilakukan sebagai upaya menambah pengalaman kerja, bisa jadi untuk mencoba pekerjaan, dan untuk bekerja tetapi tidak sepenuh waktu. Ada magang yang dibayar, ada pula yang tidak (terutama buat yang bekerja untuk cari pengalaman).
Aku sendiri sangat bingung atas program magang di K12 ini, karena teman-temanku semua sudah memiliki sebuah headstart sementara diriku serasa ketinggalan di belakang. Mengapa seperti itu? Karena semua teman-temanku sudah punya tujuan dan target yang jelas, sementara diriku sendiri selalu tidak punya target, minat, tujuan jelas di awal. Bahkan aku tidak merencanakan tempat magang sejak liburan. Saat ini aku pun memiliki banyak pikiran dan cukup bingung, harus mulai, berakhir dengan cara seperti apa.
Aku merupakan pribadi yang cukup pusing, banyak mikir, dan cukup tidak terbiasa ketika berhubungan dengan orang lain yang tidak kukenal, apalagi terutama kalau soal proyek/kerjaan sekolah. Yang selalu jadi humas dan bidang komunikasi di kelompok kami itu Thania, apalagi yang berhubungan dengan narasumber. aku hanya menjadi bendahara, sesekali ketua, dan menjadi 'anggota' yang bekerja di bidang yang dikuasai.
Awalnya aku sempat merasa aneh sendiri bisa dalam kondisi begini, bahkan kesal karena ketidakpuasanku dalam keinginanku, untuk cepat dapat tempat magang. Sehingga aku pun resah, ekspektasiku, realitaku, semuanya tidak sesuai. Mungkin ekspektasiku terlalu tinggi, dan beda dengan kapasitas diriku sendiri. Sehingga pada akhirnya terjadi begini, dimana aku tak ingin repot untuk menyelesaikan masalah, tapi ga tau solusinya seperti apa. Sehingga masalah itu masih ada.
Overthinking adalah suatu kesalahan besar di saat masalah. Semua masalah bisa diselesaikan dengan mudah, hanya saja kita selalu berpikir itu susah. Semakin dipikir susah, semakin susah jadinya karena kita semakin membuang waktu dan tenaga. Optimisme tidak ada lagi wujudnya jika sudah overthinking, semuanya pesimisme terhadap hal yang belum terjadi. Diriku sendiri saat ini sedang berjuang melawan rasa tersebut, dengan langsung sat set sat set, mengontak orang untuk mencari magang, mengobrol, dan menganalisis berbagai tempat sendiri. Semoga ada cahaya di ujung jalan bagi diriku.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES239: The Scouting of Earth Hour
Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…
AES238: Move On
Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…
AES237: Diriku yang Berbeda
Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…
