AES193: Puncak Mood Swing
Beberapa minggu lalu, aku sempat merasa sangat bahagia. Karena aku mendapatkan sebuah pencapaian di game, yang jarang dan sulit untuk dilakukan. Pada saat itu terjadi, aku merasa sangat bersyukur dan bahagia. Ternyata diriku bisa mencapai hal tersebut.
Lalu beberapa hari kemudian, aku tiba-tiba mengalami cedera kembali pada lutut yang dahulu sempat cedera. Singkat cerita, dahulu lututku sempat mengalami dislokasi saat berolahraga. Nah, di saat itu, lututku cedera dan ke-trigger kembali, namun tidak separah dahulu. Rasanya cukup sakit, bahkan lututku juga sempat cukup kaku saat dipakai berjalan kaki.
Karena itulah perasaanku tiba-tiba tidak enak, bahkan kesal. Sering ku tanya kepada diriku, mengapa hal ini harus terjadi? Apakah bisa dihindari ataupun dicegah saja? Jujur aku sendiri sebenarnya tidak bisa menduga, 6 bulan setelah cedera yang dahulu, cedera lututku terbuka kembali. Boro boro aku bisa mengingat kesenanganku soal pencapaian game, karena fokusku adalah pada kekesalan akan cedera lutut.
Saat ini, aku sudah pulih kembali dari cedera lutut, namun aku harus tetap berhati-hati, mencegah cedera terjadi. Ternyata aku baru sadar, sebanyak apapun kita ngobrol mengenai mood swing di hidup kita, hal itu memang selalu terjadi dan akan terjadi. Pada saat aku senang, kesedihan sering terlupakan. Begitu juga sebaliknya, jika aku sedang khawatir, aku tidak ingat akan hal-hal baik yang sudah terjadi di hidupku sampai saat itu.
Mood swing yang saat ini kualami, ada bagian khawatir akan masa depan dan kehidupan magang, ada bagian senang juga terhadap hal-hal yang kuanggap 'berhasil' seperti main basket, pencapaian di musik, dan rutinitasku yang teratur. Apapun hal yang aku kerjakan di dunia nyata, harus dilakukan dengan mood semangat, meskipun aku sedang tidak semangat. Terkadang perasaan bisa menipu apa realita kita di luar sana. Hal yang kukhawatirkan bisa kuimbangi dengan hal yang kusukai, agar bisa dikerjakan lebih baik.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES239: The Scouting of Earth Hour
Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…
AES238: Move On
Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…
AES237: Diriku yang Berbeda
Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…
