AtomicEssay

AES197 Unimaginable

Andy Sutiosopenulis arsip2

Tadi pagi jam sepuluhan saya membuka ruang Zoom untuk Pendopo AES. Tidak lama Joe bergabung dan mulai berbincang. Kemudian hadir juga Ahkam, kak Ine dan Mega. Hampir 90 menit kami berbincang seputar Ririungan, proses belajar anak-anak, proses penemuan diri dan banyak hal lainnya. 

Kalau dipikirkan betul-betul, obrolan tadi agak ajaib. Tidak terbayangkan bahwa kita akan sampai di titik ini. Dulu Semi Palar diimajinasikan hanya sebuah sekolah yang menyenangkan buat anak-anak. Itu saja. Waktu pertemuan tadi sebetulnya kita ngobrol-ngobrol asik saja, tapi ya itu tadi, buat saya obrolan tadi cukup ajaib. 

Kita ada di titik di mana sebagian dari kita sedang belajar menulis, beberapa dari kita sudah mendekati angka 200 esai. Siangnya Tasha juga menginjak angka 100. Sementara kita bisa melihat begitu banyak anak-anak yang punya potensi besar yang belum dimunculkan. Atomic Essay baru mulai, tapi saya sendiri merasa potensinya sangat besar. Hal ini kita capai dalam situasi pandemi yang membawa banyak keterbatasan bagi kita. Tapi dalam situasi ini kita di Semi Palar malah dibukakan pintu / kesempatan untuk menemukan hal-hal besar. 

Saya sendiri sangat bersemangat dengan apa yang akan bisa kita alami di hadapan kita. Tantangan ke depan adalah menyadarkan warga Semi Palar bahwa kita punya sesuatu yang potensinya sangat besar - justru di dalam situasi yang seperti ini. Tidak terbayangkan sebelumnya. 

Tulisan ini mudah-mudahan jadi catatan obrolan tadi siang. Semoga jadi jejak perjalanan kita juga. Mudah-mudahan jadi catatan berharga saat kita melihat kebelakang. Mudah-mudahan apa yang kita wacanakan tadi bisa terwujud, dan kita bisa melihat ke belakang dengan perasaan yang sama - tidak terbayangkan bisa sampai di titik di manapun kita sampai nanti. 

ScreenShot_20211127111409.jpeg

Terima kasih banyak buat teman-teman yang berbincang tadi siang. Salam Smipa.

Komentar (1)

aadmin

Amin, Kak. Semoga semua harapan kita bersama dapat terwujud.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES867 Pecah yang Membawa Bahagia

Sudah dua hari ini saya tersenyum-senyum sendiri, saat membaca esai-esai warga Smipa di Ririungan. Eh maksudnya bukan senyum-senyum ga ada penyebabnya ya. Ada banget. Saya bahagia melihat postingan rekan-rekan yang menuliskan esai pertamanya di ruang penulisan ini. Entah sudah berapa ratus warga Sm…

Andy Sutioso30
AtomicEssay

AES858 AES Rame Lagi Nih!

Catatan kecil menjelang Festival Literasi. Tidak menghitung, tapi terasa bahwa semangat menulis di Ririungan mulai menyala lagi. Beberapa waktu lalu, mungkin sekitar sebulan yang lalu, Ririungan sepi. Seperti ruang di mana tidak banyak yang hadir, tidak banyak yang bicara. Tapi belakangan Ririungan…

Andy Sutioso20
AtomicEssay

AES685 Silaturahmi Timur dan Barat

Disclaimer, tulisan ini memang gamblang mau mengajak kak Nuy dan kak Maul yang kebetulan ikutan ngobrol² santai malam kemarin paska presentasi Sumba di Mata Kami. Kenapa kak Nuy dan kak Maul secara khusus di sebut karena terkait judul di atas ya - karena yang satu tinggal di Baraat dan yang satu di…

Andy Sutioso74