AES203: 4 hari 3 hari
Aku merasa diriku memiliki jadwal yang sangat padat dan sibuk akhir-akhir ini. Setiap hari, ada ada saja kegiatan yang harus kulakukan, misalnya Senin belajar matematika, selasa basket, Jumat kegiatan komunitas gereja, dan lain lain. Hal yang paling menyibukkanku adalah, 4 hari Senin-Kamis yang dipakai magang dari jam 8 pagi hingga 4 sore, belum termasuk jam pulang. Karena beban tersebut, 3 hari tanpa magang biasa kuanggap 'libur' dan istirahat.
Saat ini aku sudah lebih terbiasa dan lebih menganggap beban magang ringan dibandingkan beberapa minggu lalu. Terutama karena adanya pekerjaan yang jelas dan bisa dilakukan, koneksi yang lebih luas, dan rutinitas yang lebih biasa. Namun begitu, aku juga lelah dan bosan harus berada di depan layar monitor laptop terus. Pekerjaan kantoran sangat melelahkan mental, fisik (karena gak banyak bergerak) dan terutama mata. Akibat di depan layar terus, mataku bisa terlalu lelah dan bahkan bisa sedikit sakit di akhir pekerjaan sebelum pulang.
Akibat lelah, aku merasa tidak punya cukup waktu luangan, untuk mengerjakan hal-hal yang kuinginkan, yaitu mencoba berbisnis, belajar untuk ujian akhir, belajar mengendara sendiri, bahkan aku juga kadang tidak punya me-time sendiri untuk main hp. Akibat hal-hal tersebut tidak terjadi/terealisasikan, aku pun kecewa karena menurutku, jadwal memaksaku dan membuatku tidak bisa melakukan hal-hal tersebut.
Tapi apakah benar seperti itu?
Dari beberapa bulan lalu ternyata rencanaku menjual sepatu basket yang ukurannya kekecilan, hanya menjadi rencana, bukan realita, padahal aku punya waktu. Pun juga belajar secara mandiri. Hal itu tidak selalu terealisasikan, kadang aku belajar selagi aku mau kadang aku memilih kegiatan yang lain.
Kesimpulannya, saat kita sedikit waktu kita mengeluh kekurangan waktu. Saat kita memiliki waktu banyak kita tidak memanfaatkannya secara optimal. Beginilah pola diriku selama ini, manusia sangat sering menyalahkan situasi yang tidak mendukung padahal diri mereka sendiri yang bermasalah.
Intinya, aku perlu belajar memanfaatkan yang terbaik dari yang ada, bukan capek capek mengeluh atas kekurangan yang ada. Bukan soal memiliki waktu yang paling banyak jika tidak dimanfaatkan dengan baik, tetapi memanfaatkan secara maksimal atas yang ada dulu.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES131: Mengelola kesehatan
Kesehatan itu penting, seperti yang dikatakan ribuan, atau jutaan orang di dunia ini. Khususnya terutama dokter-dokter, yang tiap kali menyuruh kita untuk menjaga kesehatan tubuh. Apakah hal tersebut perlu kita sendiri buktikan/terapkan di dunia nyata? Menurutku sih, iya banget. Terutama karena pen…
AES101: Menulis Essay 101
101 hari lamanya sudah aku jalani kebiasaan yang namanya 'Atomic Essay' ini. Berawal dari awalnya rutinitas baru yang diperkenalkan kakak, dari awalnya punya pertanyaan setiap hari 'Kira-kira apa yang ingin saya tulis hari ini ya?' dan sampai saat ini dimana menulis essay sudah wajar bagi diriku. S…

AES052: Sepenuh Hati
Mengerjakan dengan sepenuh hati. Itulah yang bisa membuat kita lebih maksimal daripada saat-saat lainnya. Meskipun kita mengerjakan poll 100% dalam suatu rentang waktu, apabila tidak dikerjakan dengan sepenuh hati, akan ada kalanya kita lebih effortless dan juga lebih malas mengerjakannya. Kalau di…
