AtomicEssay

AES21 - Kebebasan dan Kompleksitas Puisi

Ara Djatipenulis arsip2

Menurutku, ada sesuatu yang begitu istimewa dari puisi, berbeda dengan karya-karya tulis yang lain. Puisi memiliki kebebasan dan keindahan tersendiri. Jumlah kata atau baris bisa selalu berubah, tidak seketat pantun atau haiku. Puisi pun tidak harus memiliki rima, ketukan, format maupun struktur tertentu. Meski begitu, penyair-penyair terhebat tetap bisa membuat sebuah puisi yang enak dibaca.

Hal yang bagiku paling menawan dari puisi adalah kemampuannya menceritakan segala sesuatu. Bisa sebuah hal yang abstrak, suatu teori mutlak; satu detik mengesankan, kejadian miliaran tahun; sesuatu yang bisa disentuh secara fisik, suatu pikiran atau perasaan yang tak dapat diraba; hal sederhana maupun ide di luar nalar.

Hal lain yang amat menarik adalah betapa pentingnya pilihan kata dalam sebuah puisi. Penyair harus pintar memilih kata yang tepat untuk konteks yang tepat. Bahkan sekedar tanda baca pun bisa mengubah seluruh tekstur puisi itu—apakah kita memilih menggunakan titik atau koma, atau malah tanpa tanda baca sama sekali. Kita bisa saja menggunakan kata tertentu yang sebenarnya memiliki arti tersembunyi.

Itulah yang membuat pekerjaan seorang penterjemah begitu sulit, terutama bila menerjemahkan puisi. Puisi yang ketukan dan teksturnya tidak sesuai tidak akan memberikan perasaan yang sama dalam bahasa lain. Contohnya, ada satu puisi yang sangat kusukai, yang ditulis oleh Victor Hugo (penulis The Hunchback of Notre Dame dan Les Misérables). Judulnya ‘Demain des l’aubes’. Puisi ini ditulis dalam Bahasa Prancis. Dua baris terakhirnya sangat mengena. Sayangnya, bila diterjemahkan ke bahasa lain, rasanya jadi berbeda. Puisinya tetap sedih, tapi memiliki tekstur sedih yang berbeda.

Agak sulit menjelaskan segala keindahan puisi, tapi intinya, segala faktor kecil berpengaruh pada keseluruhan perasaan yang dipendarkan puisi tersebut. Hal ini sama saja untuk semua bentuk karya seni, tapi salah satu contoh yang paling terlihat jelas adalah pada puisi. Puisi begitu bebas, tapi juga begitu kompleks.

Komentar (1)

Andy Sutioso

Bagus tulisannya Ara..

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES067 - Dekonstruksi Etika Mengetik

Selaku generasi yang menghabiskan waktunya di media sosial, tentu saja, generasiku telah menyusun dengan sendirinya etika dalam mengetik (texting, WA-an, dst.; untuk seterusnya akan disebut sebagai mengetik). Budaya ini adalah sesuatu yang bisa begitu menarik dikupas dan ditelaah. Penggunaan kata,…

Ara Djati41
AtomicEssay

AES16 - Berbahasa dengan 'Benar'

Sudah cukup lama aku tertarik dengan dunia linguistik. Aku mulai benar-benar mendalaminya beberapa bulan terakhir ini. Banyak sekali hal menarik yang dapat dipelajari seputar hal ini, dan banyak juga pencerahan yang kudapatkan. Hal utama yang berubah pada hubunganku dengan bahasa adalah penerimaank…

Ara Djati82
AtomicEssay

AES14 - Apel Tanah, Keripik dan Bahasa

Beberapa hari yang lalu, aku dan keluargaku mengunjungi IKEA di Kota Baru. Setelah membeli beberapa kebutuhan, kami makan siang di sana. Aku juga membeli sepaket keripik. Keesokan harinya, di rumah, aku makan sambil mengamati bungkus keripik itu. Tidak ada yang istimewa dari bagian depannya, hanya…

Ara Djati81