AES21 Kekosongan Belajar

Weekend kemarin aku pulang kerumahku, setelah mungkin dua bulan aku tidak pulang karna yaa ppkm dan ketakutan bawa virus pulang ke rumah. Menahan rindu dua bulan lebih ringan dari pada harus kehilangan untuk selamanya, terlalu banyak kabar duka yang kuterima. Semakin banyak grup semakin banyak kabar duka yang bisa kau terima, menyeramkan sekali.
Saat aku pulang satu hal yang menarik perhatianku, keponakanku yang berumur 9 tahun seperti tidak tahu cara belajar. Aku sangat jengkel, pandemic sudah setahun berlalu tapi sekolahnya belum bisa beradaptasi, treatment yang mereka pakai masih sama, hanya memberikan anak tugas yang bahkan tidak ditagihkan oleh gurunya. Beberapa kali keponakanku di semprot oleh bundanya karna tugas hari kemarin dan hari kemarinnya lagi tidak ia kerjakan. Ada apa? Kenapa dia bersikap biasa saja saat dia tidak mengerjakan tugasnya? Satu-satunya tugas yang diberikan oleh gurunya, satu-satunya jalan agar dia tetap bisa belajar di sekolah.
Aku tidak melihat tugasnya secara detail namun setahuku sang guru akan menugaskan anak untuk mengerjakan soal yang ada di buku paket pegangan, tanpa dijelaskan terlebih dahulu, yang biasanya terjadi adalah keponakanku akan kebingungan dan akhirnya menyerah dan meminta ibu bapaknya untuk mengerjakannya, aku tidak mengkhawatirkan dia hari ini, tapi apa yang akan terjadi dimasa depan bila dua tahun dia lalui dengan belajar seperti ini. Dan yang harus kita akui adalah hal ini tidak hanya terjadi di rumahku, tapi mungkin di banyak tempat di negeri ini. Jutaan anak akan mengalami kekosongan belajar dan itu akan sangat berdampak pada masa depan mereka.
Aku selalu percaya bahwa menjadi guru adalah pekerjaan terberat. Aku bisa mengatakan ini karna aku pernah merasakan kerja kantoran dan bekerja sebagai seorang guru. Dalam cara pandangku saat kau bekerja di kantor, diluar jam kerja kau tidak perlu memikirkan pekerjaanmu, kau bisa lepas tangan begitu saja ya karna kau tidak dibayar untuk bekerja 24 jam. Tapi saat kau menjadi guru, selalu ada pekerjaan yang dibawa ke rumah setelah jam kerja, selalu ada urusan yang akan kau pikirkan diluar jam kerja. Entah itu soal anak, soal apa yang akan kau sampaikan besok, atau treatment apa yang akan kau lakukan agar anak mengerjakan tugasnya dengan efektif.
Dan satu hal yang selalu ku pegang ‘seorang guru tidak boleh terbiasa dengan pekerjaanya’ kenapa?
Kujawab besoook yaa :P
Photo by Ivan Aleksic on Unsplash
Komentar (1)
Begitu ya kak Gina? Padahal sudah satu tahun lebih tapi kok tampaknya masih banyak sekolah / guru yang belum bisa beradaptasi...
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES951 Siap Bersekolah
Pagi ini di ruang tempat kami berdiskusi - berkoordinasi, terdegar suara tangisan seorang anak. Hari Selasa ini kami baru memasuki hari ke lima bersekolah, di TP ke 22 ini. Mengamati sebentar, sepertinya ini terjadi karena kenyamanan teman baru ini di rumah barunya. Murid di TK-A yang masih perlu w…

AES621 Arogansi Intelektual
Judul di atas ini terpantik atas obrolan dengan salah seorang calon orangtua murid Semi Palar - dalam kesempatan beliau mengantar putrinya mengikuti proses Trial di Rumah Belajar Semi Palar. Teman ini satu almamater dengan saya di jurusan Arsitektur, dan sekarang mengajar di Jurusan Integrated Arts…

AES481 Berguru pada Kehidupan
Kalau kita diberi pilihan, belajar di sekolah atau berguru pada kehidupan, pilihan mana yang akan kita ambil? Sebelum menentukan satu dari kedua pilihan tersebut, apakah kita betul-betul memahami makna di balik kedua pilihan tersebut? Mundur satu langkah lagi, apakah sebetulnya tujuan mendasar dari…

