AtomicEssay

AES211 Mendatangi, sesederhana ini

leoamuristpenulis arsip2

Kita yang mendatangi tempat ini, maka kita pula yang mendatangkan ke tempat ini. Bukan malahan setelah diterima kedatangannya, kita malah meminta didatangkan.

Kita yang mendatangi tempat ini sebagai orang baru, maka kita pula yang selayaknya mendatangkan kebaruan bagi tempat ini. Bukan malahan setelah diterima kedatangannya di sini, kita malah meminta didatangkan kebaruan bagi diri kita.

Kita yang mendatangi tempat ini sebagai orang baru yang siap menerima pembaruan diri, maka kita pula yang selayaknya mendatangkan kebaruan kebaruan bagi tempat ini dengan memberi pembaruan. Bukan malahan setelah diterima kedatangannya di sini dengan mentang-mentang orang baru, kita malahan meminta didatangkan suguhan kebaruan bagi diri kita sambil membandingkan yang di sana dengan di sini.

Meditasi, sesederhana ini. Mulai dari yang ada di sini sekarang. Praktikalnya seperti, kalau sekarang di sini adanya meja tulis dan kertas bekas yang masih ada sisi kosong. Baiklah memberikan pulpen kita untuk menulis kisah, membarukan kertas bekas itu tadi.

Bukannya menyimpan pulpen sambil meminta perangkat pembuatan patung besi sambil membandingkan di sana dan dimana-mana bisa, koq di sini enggak bisa. Kalau begini yang terjadi berarti pertanda, perlu membaca ulang paragraf satu dua tiga sayang semuanya di awal.

Karena di samudera luas ini kita sedang menumpang kapal ini, bukan sebagai nahkoda bukan sebagai kapten. Penumpang saja, baik itu resmi atau selundupan. Baiklah mengikuti gerak jadwal yang diteriakan para kelasi, karena mereka lah jiwa dari badan kapal ini.

Kalau malahan mengocehkan kapal di sana sambil menghambat kerja para kelasi di sini, kapten tak perlu turun tangan untuk melemparkan kita ke lautan. Beruntung kalau tidak bisa berenang, tenggelam instan.

Kalau bisa berenang sungguh kasihan, egonya yang berupaya selamat dengan berenang gaya bebas berharap pindah kapal di sana seringkali terempas angin laut yang meningkat kecepatannya karena berhembus di antara dua kapal.

Meditasi, sesederhana ini. Menjadi bagian saat ini, mulai dari tingkatan yang jauh lebih rendah daripada kelasi di kapal ini. Bahkan di kapal terdahulu adalah kapten atau bahkan pemilik kapalnya, di sini kita hanya penumpang yang tunduk hingga jangkar turun di pelabuhan selanjutnya.

Komentar (1)

joefelus

Setuju! Kita harus melayani darpada dilayani, membawa perubahan daripada menuntut perubahan.. dan seterusnya...

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES355 Tujuh Tahun Lalu

Dua ribu lima belas, awal tahun di Brastagi. Bangun pagi jalan ke pasar, kopi dan kue-kue bikin segar. Balik beskem jam delapan, mandi brifing berpakaian langsung keliling pengawasan. 5km, 8km, 10km, 15km dari puncak Sinabung. Kolom erupsi jadi pemandangan biasa di sini, hujan abu jadi tak terlalu…

leoamurist40
AtomicEssay

AES209 Menuliskan

Sekilas tentang program self authoring Jordan B. Peterson yang saya dengar, ada tiga bagian. Pertama menuliskan masa lalu, kedua menuliskan masa kini, dan terakhir tentu saja menuliskan masa depan. Masa apa lagi yang bisa dituliskan selain tiga tadi? Masa' menuliskan masa bodo'. Yheu.. gak gitu jug…

leoamurist20
AtomicEssay

AES 100 Sampai

Sampailah kita pada saat yang berbahagia, dengan selamat sentosa, mengantarkan Kawan Marwas ke depan pintu gerbang petualangan dan jenjang baru, kelas 4. Tak lupa juga jenjang lain yang pernah bertualang bersama dan berbagi kegembiraan. Bersamaan dengan ini, berakhir pula masa bakti saya sebagai te…

matheusaribowo22