AES214: Persepsi Magang
Magang adalah saat dimana aku mencari pengalaman kerja di sebuah perusahaan, dengan bekerja. Kata 'magang' ini cukup membingungkan bagiku, yang tidak pernah mengalaminya secara langsung. Apakah magang itu beda dengan bekerja biasa? Apakah ada special job untuk karyawan magang? Apakah ia bekerja seperti orang biasa saja?
Sebelumnya, wawasanku mengenai magang cukup menarik, dari berbagai sudut pandang. Ada temanku yang bilang, magang itu sudah seperti bekerja biasa saja, ada yang bilang juga itu adalah mencari pengalaman kerja dan belajar, bukan sepenuhnya kerja. Ada juga yang bilang, magang tuh perlu terkualifikasi dulu, karena seperti bekerja biasa. Itu merupakan pendapat orang yang menjadi asumsi pertama tentang magang bagiku. Ternyata, akibatnya bisa berbuah fatal.
Saat aku pertama kali masuk bekerja magang, mindset ku seperti ini 'Lakukanlah apa yang perlu dilakukan, dan bersikaplah seolah-olah kamu bekerja biasa'. Anggapan itu bisa benar ataupun salah. Yang benarnya, aku bisa bersikap profesional dan cukup optimal dalam segala hal yang kukerjakan. Namun salahnya, karena begitu aku malah jadi bersikap seolah-olah aku pekerja biasa di tempat magangku, dan cukup agresif dalam bahasa dan permintaannya.
Di tempat kerjaku, semua karyawan punya group wa umum dan wa group per klien (yang berurusan dengan progress dan klien). Karena aku terlalu merasa sebagai pekerja biasa dan bukan magang di tempat ini, maka aku malah sampai nanya mentor soal group seperti itu, dan minta dimasukkan di group utama supaya punya koneksi dengan orang-orang dari divisi lain. Jelas-jelas itu salah dan 'melangkahi' mentor. Hal itupun, salahnya saya singgung beberapa kali.
Aku lain kali perlu ingat kembali, latar belakangku seperti apa, kenapa aku disini, dan apa yang menyebabkannya, agar tidak lewat batasan. Bahkan aku selalu tidak sadar ketika melewati batasan, dan sisi burukku tiba-tiba muncul. Karena awalnya asumsiku tentang magang-ku terlalu jauh, ekstrem, dan karena aku tidak melihat/menyesuaikan keadaan.
Jika bisa mengulanginya kembali, jelas aku tidak akan bilang hal seperti itu, aku juga tidak akan memanggil mentorku dengan nama langsung tapi dengan 'kak', meskipun masih muda.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES239: The Scouting of Earth Hour
Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…
AES238: Move On
Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…
AES237: Diriku yang Berbeda
Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…
