AES219: Jangan Ragu
Dengan adanya masalah dan laporan mengenai diriku, terkait sikapku di tempat magang yang kurang sopan, aku jadi terdiam, berefleksi, dan lebih peka, alias hati-hati, terhadap kejadian seperti ini lagi di masa depan. Hal itu menimbulkan sikap dan respon positif, tapi juga sikap dariku yang negatif.
Sejak aku tahu bahwa aku telah 'melangkahi' mentor, dalam beberapa kasus, aku tentunya jadi lebih bersikap sopan kepadanya. Bertanya lebih sopan, tidak kesan memaksa, banyak bilang terima kasih, mengoptimalkan pekerjaan sebisaku, tapi hal negatifnya adalah aku lebih ragu berkomunikasi dengan beliau, juga kurang percaya diri, dan takut salah.
Sebaiknya hal kejadian melangkahi mentor ini jangan sampai menimbulkan efek negatif kepada diriku. Kritik itu harusnya bisa membangun bukan menjatuhkan, dan tugasku untuk memetik hal-hal yang perlu dibangun, bukan menjatuhkan, dan membuat sebuah batas dan jalan tengah.
Di satu sisi, aku perlu lebih luwes, tidak ragu pada saat berkomunikasi, namun di sisi lain aku juga perlu berhati-hati dalam berkata-kata, tidak pakai gua elu ke orang yang lebih tua misalnya. Juga bahasanya terkesan sopan, dengan bercanda dan basa basi pada waktu tertentu saja.
Hal yang paling penting menurutku dalam hal ini adalah percaya diri dalam tindakanku, dan tidak ragu. Justru dengan ragunya kita, dengan takut akan salah, kita justru menuju jalan yang salah. Ketika aku mengkhawatirkan sesuatu terjadi secara berlebihan, malah bakal terjadi. Sementara ketika kita berani, tidak ragu, optimis, maka akan tercapai. Permainan mental dan psikologisnya ada dalam kasus ini.
Inilah hal yang aku perlu lakukan, yang tidak mudah karena harus keluar dari zona nyaman dan kebiasaan, namun bisa mengubah cara pandangku.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES239: The Scouting of Earth Hour
Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…
AES238: Move On
Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…
AES237: Diriku yang Berbeda
Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…
