AES220: Harapan yang tak pernah ada
Pernahkah anda mengalami sebuah situasi, dimana suatu hal mengecewakan anda, karena tidak memenuhi ekspektasi? Terutama situasi dimana hal tersebut adalah hal yang penting, contohnya sebuah penghargaan, kompetisi, tujuan dari sebuah tugas, yang kita gagal capai dan membuat kita kecewa.
Menariknya, di situasi seperti ini, dimana kita sudah down secara mental dan kecewa berat, ada momen-momen harapan kecil yang muncul, yang tiba-tiba bisa membangkitkan semangat dari dalam diri kita. Meskipun pada akhirnya, harapan tersebut seakan-akan tak pernah ada, dan kita kecewa kembali. Contohnya, ketika kita sedang menghadapi lomba sepak bola melawan kompetitor lain yang sangat kuat. Lalu kita ketinggalan skor senilai 0-6. Berikutnya, kita mencetak 2 gol sehingga menjadi 2-6, kita semangat dan percaya diri, bisa menang di kompetisi itu. Pada akhirnya, kita tetap kalah dan kecewa kembali.
Hal yang menurutku menarik dari kejadian-kejadian tersebut adalah, adanya perubahan 'kemungkinan' dari hal-hal yang kita hadapi sehari-hari, perubahan kemungkinan kemenangan pada sebuah pertandingan, dan selalu adanya perubahan sikap hati terhadap hal-hal yang terjadi.
Dari kejadian di atas, aku sadar bahwa perubahan perasaan drastis bisa membuat manusia tidak objektif dan terbawa perasaan lebih dari seharusnya. Ketika aku mendukung tim olahragaku yang kugemari, yang sedang tertinggal skor dan tidak nampak akan menang, perasaanku tentu akan tiba-tiba bete dan kecewa. Namun sekalinya ada cetakan poin dan harapan yang muncul, aku tiba-tiba senang, semangat akan menang. Pada akhirnya, karena saking besarnya perbedaan poin, tim lawan tetap menang dan aku kecewa kembali.
Intinya yang bisa kutangkap, ketika manusia sudah pasrah dan berada pada titik terendahnya, mereka akan sangat mencari harapan dalam bentuk apapun. Ketika ada harapan kecil yang muncul, mereka menjadi sangat bahagia dan berharap, meskipun yang namanya harapan juga belum tentu terwujud.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES239: The Scouting of Earth Hour
Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…
AES238: Move On
Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…
AES237: Diriku yang Berbeda
Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…
