AES224: Dikecewakan
Apa rasanya sudah mengerjakan yang terbaik, dengan sepenuh hati dan penuh pengorbanan, namun tetap dikecewakan oleh orang lain, dan merasa tidak dianggap? Akhir-akhir ini kondisi mentalku cukup lelah, aku pun kesal akibat banyak kejadian-kejadian mengesalkan di sekitarku. Padahal baru saja aku ulang tahun dan sempat mengalami masa senang minggu lalu.
Orang lain kadang tidak tahu apa hal yang kita rasakan, apa yang kita perjuangkan, apa latar belakang kita, sehingga kadang ada perbedaan pandangan dan misinterpretasi. Kita tidak akan pernah sepenuhnya mengerti diri orang lain, begitu juga orang lain tidak akan sepenuhnya mengerti tentang diri kita.
Ceritanya, aku sibuk pada hari Jumat, Sabtu, Minggu, tanpa jeda sama sekali, karena terisi dengan les, kebutuhan kerja di gereja, dan kumpul keluarga. Saking sibuknya, aku tidak punya jeda sama sekali untuk beristirahat di luar jam tidur di rumah, karena seharian kerjaannya pergi-pergi mulu. Hal ini pada akhirnya membuatku stres karena pacu kegiatanku terlalu buru-buru dan tidak seimbang, juga membuatku lelah dan tidak enak badan.
Dari seluruh perjuangan tersebut, bisa-bisanya aku dikecewakan oleh rekan kerjaku di gereja, akibat pekerjaan yang tidak maksimal. Sudah capek-capek aku bikin video hingga jam 10 malam (karena pakai adobe premier pro) tapi perjuanganku dipandang setengah mata, yang ia lihat justru kekurangan dari kegiatan hari Minggu. Tentu itu membuatku kesal, udah mah akunya menjadi babak belur akibat pacu yang terlalu cepat, buru-buru, merepotkan, hasilnya pun mengecewakan.
Mentorku pernah bilang, kalau volunteer itu cukup bekerja 2x sebulan aja jadwalnya, dia gak perlu sibuk-sibuk ngerjain ini itu, karena pada dasarnya memang volunteer, beda kalau full timer. Kita juga punya banyak aspek kehidupan yang lain yang perlu diperhatikan, seperti studi, keluarga, pertemanan, bahkan istirahat. Saat ini aku setuju 100% parah atas pernyataan yang pernah dibilangnya itu, karena aku benar-benar merasa lelah dan muak jika tidak seimbang seperti ini.
Dari pengalaman orang-orang dalam bekerja secara volunteer, apabila mereka terlalu dibebankan, banyak sekali yang kesal dan muak sehingga tidak lagi menjadi volunteer, hal tersebutlah yang ingin diminimalisir dan jangan sampai terjadi kepada kita.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES239: The Scouting of Earth Hour
Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…
AES238: Move On
Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…
AES237: Diriku yang Berbeda
Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…
