AES228: Out of the Zone
Minggu lalu, dimana aku sempat WFH, hal itu sebenarnya merupakan istirahat dan jeda bagi diriku, dari magang. Efeknya baru terasa saat ini. Jeda itu selalu dibutuhkan agar kita bisa memunculkan pekerjaan maksimal di waktu waktu tertentu secara maksimal, dan mendapatkan perkembangan yang signifikan.
Seperti yang kalian para pembaca mungkin tahu, aku orangnya cukup introvert dan jarang berkomunikasi di lingkungan baru, lebih banyak berkutat dengan pikiran sendiri. Kadang emang aku bisa dan suka ngobrol nyerocos dengan orang dekat di waktu yang tepat, saat momen dimana energiku berputar melalui orang lain dan bukan diam diri sendiri.
Karena ini, aku kebanyakan diam di saat kerja di kantor, berkomunikasi sekadar kebanyakan mengenai kerjaan, lewat WA pula (chat), dan karena aku biasa dengan hal itu, lama-lama aku bosan juga. Melihat angka komunikasi di lembar evaluasi magang '2' aku akhirnya pengen merubah hal itu. Setelah 2 bulan magang berjalan pula.
Memasuki hari Senin kemarin, ternyata ada Kak Iqbal yang duduk di sebelahku, yang dimana aku ajak ngobrol. Aku merasa lebih luwes dan tanpa beban, melanjuti semangat di hari Minggu kemarin. Sehingga, obrolan yang aku lakukan dengan beliau lebih mendalam dan bermakna, daripada segala hal yang kulakukan di minggu-minggu sebelumnya, bahkan sejak bulan lalu.
Selain itu, aku berusaha mengobrol dengan orang lagi di jam istirahat, tentang kondisi kantor saat ini, dan soal kpop. Hal menarik yang kulakukan kemarin juga, adalah aku bertanya dan mengobrol secara langsung dengan salah satu mentorku (kak Ayut), biasanya hanya melalui chat. Aku awalnya merasa ini adalah hal berat, karena aku tidak biasanya melakukan hal ini. Tapi akhirnya lega dan bangga, bisa berani untuk berkomunikasi lebih baik dengan mentor.
Dari semua cerita ini, yang bisa kupetik adalah, untuk keluar dari zona nyaman, dengan keinginan dan berusaha menghadapi masalah. Memang tidak mudah tapi hasil akhirnya bisa tercapai.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES239: The Scouting of Earth Hour
Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…
AES238: Move On
Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…
AES237: Diriku yang Berbeda
Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…
