AES23 Green Tea

Teh hijau disebut-sebut sebagai salah satu minuman paling sehat karena mengandung antioksidan yang tinggi. Namun, diantara empat jenis teh yang saya coba, teh hijau ini yang paling pahit rasanya. Meski sudah ditambah gula, rasa pahitnya masih terasa di lidah. O iya, menurut saya kurang cocok ditambah madu.
Dibalik rasanya yang pahit, teh hijau menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh:
- Polifenol yang terkandung dalam teh hijau termasuk katekin yang berfungsi sebagai antioksidan yang berguna untuk tubuh.
- Teh hijau mengandung lebih sedikit kafein daripada kopi. Walaupun begitu, kandungan L-theanine yang sama fungsinya dengan kafein untuk meningkatkan fungsi otak.
- Teh hijau dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan meningkatkan pembakaran lemak.
- Senyawa bioaktif dalam teh hijau dapat memiliki berbagai efek perlindungan pada otak, salah satunya mengurangi risiko demensia pada orang dewasa yang lebih tua.
- Katekin dalam teh hijau dapat menghambat pertumbuhan bakteri di mulut, mengurangi risiko bau mulut.
- Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teh hijau dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah, yang dapat menurunkan risiko diabetes.
- Teh hijau dapat menurunkan kolesterol.
- Teh hijau sangat efektif untuk mengurangi lemak perut yang berbahaya untuk tubuh, hal ini baik juga untuk menurunkan berat badan.
Teh hijau ini banyak dikonsumsi oleh orang Jepang, yang kita tahu mereka memiliki hidup yang panjang. Saya membaca referensi tentang satu penelitian, peneliti mempelajari 40.530 orang dewasa Jepang selama 11 tahun. Mereka yang minum teh hijau paling banyak 5 cangkir atau lebih per hari, secara signifikan lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal selama masa studi. Dengan daftar kematian sebagai berikut:
- Kematian karena semua penyebab: 23% lebih rendah pada wanita, 12% lebih rendah pada pria.
- Kematian akibat penyakit jantung: 31% lebih rendah pada wanita, 22% lebih rendah pada pria.
- Kematian akibat stroke: 42% lebih rendah pada wanita, 35% lebih rendah pada pria.
Penelitian lain yang melibatkan 14.001 orang tua Jepang menemukan bahwa mereka yang minum teh hijau paling banyak 76% lebih kecil kemungkinannya untuk meninggal selama masa studi 6 tahun.
Masuk akal ya jika melihat kandungan yang ada pada teh hijau, salah satunya polifenol sebagai antioksidan yang berguna bagi kesehatan tubuh, mengurangi resiko penyakit jantung, kanker, maupun stroke.
Menulis sambil menyeruput segelas teh hijau yang terasa sedikit pahit, seperti perasaanku hari ini yang entah kenapa sangat mellow dari pagi hingga petang ini… Berharap malam turun hujan deras… Aku ingin menenggelamkan diriku dalam tidur yang sangat dalam…
Salam,
Sumber: www.healthline.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Memasak Pelan-Pelan: Dapur Tradisional, Ritme Hidup, dan Pendidikan Rasa
Aku berdiri di depan hawu, memperhatikan api kayu yang perlahan menyala.Tidak ada suara klik tombol, tidak ada layar digital, tidak ada notifikasi yang mendesak.Hanya bunyi kayu terbakar, aroma daun pisang, dan gerak tangan yang sadar. Bersama Wa Asep dan Wa Eli dari Pamolahan Sangkuriang, aku bela…

AES93 Menulis Surat dari Hati
"This isn't contest from the head but gift from the heart." (Don't Sweat the Small Stuff: 58) Di era digital ini, di mana pesan instan dan email mendominasi komunikasi kita, ada sesuatu yang sangat pribadi dan berharga tentang menulis surat tangan. "Once a Week, Write a Heartfelt Letter" bukan hany…

AES74 6 Pelajaran Hidup dari Biji Kopi – Mengenal Jon Gordon dan Damon West
Apakah kamu pecinta kopi, penikmat kopi, atau ahli dalam dunia per-kopi-an? Jenis kopi apa yang kamu suka? Sebagai penikmat kopi, saya hanya tahu mana kopi yang kurang enak, enak, dan enak banget. Paling juga tanya-tanya sedikit dari orang lain yang lebih paham tentang jenis biji kopinya, dan senan…
