AES233: Mengobrol dengan kesadaran
Kesadaran adalah sesuatu yang penting. Apabila manusia tidak punya kesadaran, maka samanya kita dengan robot, bisa bekerja tapi dengan kedinginan dan tanpa rasa. Kita sebagai manusia sering banget untuk tidak sadar saat melakuka suatu kegiatan, contohnya kegiatan yang udah biasa dilakukan yaitu makan dan minum.
Aku baru saja keingat soal kegiatan makan & minum sehari-hari yang tiap kali kulakukan. Selama ini hanya makanan enak saja yang aku nikmati secara sadar. Makanan sehari-hari dan minum air putih contohnya, adalah beberapa hal yang sudah 'otomatis' dalam hidupku. Tapi apakah kita paham untuk menikmati dan memaknai hal tersebut secara menyeluruh? Ngga
Bagaimana kebiasaan kita minum? Hanya sebatas kita minum saja kan, caranya? Kita tinggal ngambil gelas, sisipkan di mulut pada posisi yang nyaman, dan langsung diminum. Tapi kita tidak melakukannya step by step lagi, karena sudah biasa melakukannya. Juga dengan makan, mandi, dan banyak hal lain yang selalu kita kerjakan tiap hari.
Sesuatu yang dilakukan hanya sebagai 'rutinitas', lama lama menurutku akan jadi biasa aja, tanpa kesenangan dan kesadaran tertentu, karena kita menganggapnya sebagai hal yang biasa. Sementara kita biasa memasukkan perasaan dan kesadaran, di hal-hal yang baru dan mengasyikkan.
Kemarin, aku mendapatkan pengalaman yang cukup menarik, setelah mengobrol dengan Kak Tema siangnya, aku pergi ke gereja untuk tugas. Dengan pencerahan yang baru, ternyata aku bisa lebih banyak mengobrol dengan spontan dan dengan kesadaran, dengan beberapa orang. Ngobrolnya juga ternyata terasa lebih asyik daripada sebelum-sebelumnya, daripada dahulu. Pikirku, ini baru yang namanya ngobrol, tidak hanya dari orang lain saja tapi dari kitanya juga.
Singkat cerita, sebenarnya banyak sekali hal-hal yang bisa aku dan kita semua perhatikan sehari-hari, kita lakukan dengan energi lebih, dengan kesadaran tertentu akan perilaku diri dan lingkungan. Namun perlu dilatih, kalau kita terlalu sadar juga, pasti akan capek.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES239: The Scouting of Earth Hour
Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…
AES238: Move On
Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…
AES237: Diriku yang Berbeda
Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…
