AES234: Mengikuti keinginan Pribadi
Semua orang pastinya punya keinginan dan tujuan pribadi di dunia ini. Mau besar atau kecil pastinya ada hal-hal yang memotivasi mereka dan hal-hal yang ingin mereka tuju. Aku pun juga punya keinginan dan tujuan pribadi selama beberapa bulan dan tahun ke depan.
Tapi aku perlu refleksi, bertanya dan merenung kembali, apakah aku yakin punya keinginan dan memiliki rencana jangka panjang beberapa tahun kedepan? Mungkin nggak, karena aku masih sangat bingung dan masih bayang-bayang, ingin kemana tujuannya di masa depan. Terutama karena aku merupakan seseorang yang bukan paling mengikuti keinginan pribadi, sehari-hari.
Kalau ditanya soal keinginan pribadi saat ini, aku ingin masuk kuliah ke jurusan dan universitas yang terbaik, aku ingin coba jual beli hal-hal di rumah seperti sepatu, album kpop, dan kolektibel yang aku ingin, dan yang sudah tidak berguna.
Saat ini, berdasarkan hatiku, kayanya aku paling pengen untuk beli album Itzy terbaru yang akan rilis, karena aku penasaran & belum pernah mengalami membeli album. Meskipun sebenarnya harga 1 albumnya tuh cukup mahal yaitu 26 dollar belum termasuk shipping. Apakah akan worth it? Aku ga tau...
Mengikut keinginan pribadi menurutku adalah hal yang sulit bagiku, mungkin untuk orang lain mudah. Karena aku bukan tipe orang yang seenaknya mengerjakan keinginan pribadi tanpa dipikir, entah itu harga, waktu, ataupun pilihanku sendiri. Perlu kupastikan dulu keinginanku sebelum kubeli, sebelum kulakukan.
Contohnya, aku mau beli sepatu, aku biasa masih ragu-ragu pilih mana yang paling bagus. Kalaupun ketemu, masih ragu-ragu lagi karena mempertimbangkan harga. Belum lagi, soal diskon, keadaan barang (cacat atau keadaan baik) dan juga, apakah aku benar-benar ingin barang itu? Atau ada alternatif lain yang lebih kusukai?
Untuk sehari-hari, hal yang kayanya perlu kuganti adalah hp, kotak alat tulis, earphone, dan juga pakaian. Namun kadang aku merasa fine-fine aja dengan keadaanku, menolerir hp yang sudah kehilangan 1/8 dari fitur hp terbaru ketika dibandingkan (contohnya ga bisa ngedownload game tertentu karena butuh IOS 13+). Padahal itu sudah merupakan masalah yang jangan terlenakan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES239: The Scouting of Earth Hour
Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…
AES238: Move On
Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…
AES237: Diriku yang Berbeda
Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…
