AES236: Serunya Minggu Babarengan
Di Smipa, selalu saja ada kegiatan di akhir semester yang dinamakan Minggu Babarengan. Minggu Babarengan pasti saja selalu ditempatkan di minggu terakhir sebelum masa pengambilan rapot.
Untuk apa minggu babarengan ini ada? Apakah sebatas hanya sebuah kegiatan transisi dari masa review/pelajaran akhir menuju rapotan? Apakah hanya sebagai kegiatan santai bagi murid di Smipa? Tentunya tidak.
Secara menyeluruh, tujuan minggu babarengan menurutku adalah; melakukan kegiatan santai sekaligus produktif untuk menjembatankan masa ‘ujian’ dengan masa rapotan. Dari sisi lain, minggu babarengan ini juga bisa mendekatkan hubungan antara teman-teman, dengan orangtua, ataupun kelas lain, dengan adanya kegiatan seru yang dilakukan selama masa ini (olahraga bersama, permainan, berkarya dengan santai).
Value yang paling muncul dari kegiatan babarengan ini secara umum adalah keseruan, kesenangan, kompetetif, kebersamaan, kerjasama, dan harmonis.
Sejak dahulu kala, tradisi Minggu Babarengan sudah muncul di Smipa. Mari kita jaga nilai-nilai yang sudah terbentuk, dan maksimalkan kegiatan Minggu Babarengan ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES239: The Scouting of Earth Hour
Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…
AES238: Move On
Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…
AES237: Diriku yang Berbeda
Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…
