AES239 It’s not about the student (It’s all about the teacher)

It’s not whAt the student want to learn, it’s all about what the teacher want to teach. (Ido Portal)
Masih teringat kalimat ini, dari seorang pendiri movement culture, yang juga pelatih fisik mantan juara UFC. Karena begitu jelas mendeskripsikan kapasitas seorang guru. Mentor. Tutor. Coach.
Seorang master menjadi master karena menguasai bidangnya. Bukan hanya materinya saja, bidangnya juga. Areanya. Keterkaitannya. Bahkan sampai paradoksnya. Dalam estetikanya.
Sehingga saat ia melihat siswanya, ia tahu apa yang akan diajarkan pertama-tama. Tidak ada sama rata, walaupun selalu sama rasa. Seperti, satu siswa perlu peregangan, satu lagi penguatan.
Ido tidak mau (tidak perlu) mengajarkan Connor teknik bertarung. Ia melihat siswanya, lalu memutuskan untuk mengajarkan caranya menggerakan tulang belakang. Itu saja.
Selanjutnya, pemenuhan kapasitas akan terjadi secara alamiah. Bukan dipenuh-penuhkan. Tidak perlu membuat daftar tagihan penuntasan tugas setiap malam, kalau kebutuhan dasar dari kesadaran diri dipenuhi.
Wah, berarti seorang pendidik perlu level master ya? Iya, master pada bidang. Bukan sekadar gelar master pada materi yang bergantungan di referensi. Master adalah yang selalu mengaktualisasi diri.
Lagipula, memangnya, mau dididik ama yang bukan master? Ntar jadi korban percaloan doang dong. Seperti jasa titip beli tiket konser, harga vip dapetnya festival. Alasannya, kan udah sesuai tugas hanya memfasilitasi.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES241 Ajaran
Bukan karena pandai cerdas bijaksana, ia jadi mengajar. Justru karena mengajar, ia jadi pandai cerdas bijaksana. kalau pintar?oh itu perlu sajen & syarat, gimana aja kalau ke orang pinter kan Oke balik lagi ke soal ajar, mengajar, belajar.Pandai cerdas bijaksana hanyalah efek samping dari meres…

AES205 Impresi
Menjadi diri sendiri bukan soal ekspresi, malahan adalah soal impresi. Bahkan ekspresi itu sendiri adalah usaha mengimpresi. Makanya impresi pertama adalah yang paling penting, dengan kesadaran bahwa impresi itu didahului dari ekspresi. Bagaimana caranya mengekspresikan penilaiannya akan orang lain…

AES204 Satu Tujuh Tiga Tujuh Nol Tujuh
Nol bukan kosong, mulai dari nol bukan mulai dari kosong. Kita selalu bisa untuk memulai dari nol dan tidak akan pernah bisa untuk memulai dari kosong. Yang bisa mulai dari kosong ada dua hal sih, omongan & drum yang lebih dikenal dengan nama tong. Tiga seringkali dikaitkan dengan nominal yang…
