AtomicEssay

AES24 Animal Communication (2)

Kirana Kasihpenulis arsip2

Melanjutkan cerita yang kemarin, sekarang aku akan bercerita pengalaman ketika aku mencoba untuk berkomunikasi dengan fellow animal. Ini tuh kaya susah susah gampang. Ketika melakukan waktu hening dan merilekskan diri, aku merasa bisa cepat tenang dan rileks. Ini juga terbantu dengan kebiasaan Smipa untuk selalu waktu hening di pagi hari.

Tapi ketika masuk ke ruang hatinya lah yang cukup sulit menurutku. Memang aku sudah tenang dan rileks sebelumnya. Tapi ketika masuk ke ruang hati aku jadi terlalu bersemangat dan senang karena bisa segera berkomunikasi dengan fellow animal. Hingga akhirnya aku pun jadi tidak tenang dan sulit untuk fokus. Oh iya, di sini kami mencoba untuk berkomunikasi dengan berbagai fellow animal peserta lain. Komunikasiku dengan fellow animal yang pertama bisa dibilang belum berhasil, karena mereka tidak melewati air terjunnya. 

Fellow animal - fellow animal selanjutnya yang aku coba untuk berkomunikasi lebih jelas dibandingkan sebelumnya. Mereka melewati air terjunku dan datang kepadaku. Tapi hanya sekedar datang saja dan tidak terjadi komunikasi. Ada yang hanya duduk, berlari, lari, bahkan mandi dan seakan-akan tidak ada aku di sana. Proses komunikasinya sendiri bisa terjadi atau dilakukan dengan berbagai cara. Si fellow animal bisa membalas melalui suara, cuplikan foto atau kejadian, bahkan dari rasa. Tapi aku baru sampai bertemu saja dan belum menjalin komunikasi. Untuk meningkat hingga bisa berkomunikasi seperti itu, aku harus lebih sering berlatih lagi. 

Bagian yang paling mengena selama workshop ini adalah ketika berkomunikasi dengan hewan yang terakhir, orang utan. Foto yang ditampilkan adalah foto seekor orang utan dengan anaknya. Akhirnya kami bersama-sama berkomunikasi dengan orang utan itu. Pada saat itu, aku hanya melihat samar-samar keberadaan mereka, tapi muncul perasaan sesak di dalam diriku. Ketika selesai berkomunikasi, kami saling berbagi pengalaman. Suasananya sangat sedih, beberapa bahkan menangis saat membagikan apa yang terjadi saat berkomunikasi. Orang utan itu berkata bahwa hal yang paling ditakuti adalah ditembak manusia dan masuk ke dalam kandang besi. Mereka juga menitipkan pesan pada manusia untuk perbanyak pohon. Suasananya saat itu sulit untuk dijelaskan secara tulisan, tapi pokoknya benar-benar terasa sedih. 

Mungkin ini antara percaya dan ngga percaya, bahwa kita bisa berkomunikasi dengan hewan. Tapi jika kita berhasil berkomunikasi dengan mereka, banyak hal yang akan kita dapatkan.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES81 Bertemunya Kedua Sungai

Kamis itu menjadi pertemuan antara Sungai Asahan (Aek Toba) dan Sungai Oya. Ini bukan beneran tentang sungai yaa, tapi kelompok Asahan (K12) dengan kelompok Oya (K6). Ini bukan pertama kali kelompok kami bertemu kelompok mereka. Apalagi aku, karena kebetulan adikku yang ada di kelas Oya dan sejak k…

Kirana Kasih30
AtomicEssay

AES80 Api Sepi Nyepi

Penjelajahan kami kelompok Banua Tada di Bali sudah berlangsung 1 bulan lamanya. Penjelajahan ini dibagi menjadi beberapa lokasi, yaitu 3 minggu di Bitera Gianyar, 1 minggu di Ubud, dan 1 minggu di Muntigunung. Salah satu kegiatan yang kami nantikan dalam kegiatan di Bitera adalah Hari Raya Nyepi.…

Kirana Kasih20
AtomicEssay

AES79 Susungaian

Susungaian, kata yang biasa aku gunakan untuk menyebut kegiatan ini. Sejak sekitar 3 bulan yang lalu aku mengikuti satu komunitas yang bernama River Cleanup. Ya sesuai dengan namanya, kegiatan utamanya adalah bersih bersih sungai. Tidak hanya bersih bersih sungai saja, tapi di dalamnya juga memberi…

Kirana Kasih30