AtomicEssay

AES24 risak

innocentiainepenulis arsip2

Seorang teman yang sudah lama pindah ke luar negeri, bertanya tentang perisakan di sekolah. Anaknya sering diganggu oleh beberapa teman, hingga sudah berdampak ke munculnya penyakit dan enggan sekolah. Sang ibu sudah habis akal, tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasi. Di situasi pandemi, bersekolah secara daring sangat ia syukuri karena tetap bisa bersekolah tanpa harus bertemu teman2-teman yang terus mengganggunya. (Mendengar curhatan seperti ini bikin gemas dan emosi. Meski ga sepenuhnya setuju, tapi jadi paham tentang kebutuhan media pelampiasan katarsis seperti sepak bola yang ka Jere ceritakan dalam tulisannya :D )

Tapi apa sebenarnya yang memicu tindak risak? Kenapa ada anak  yang merasa berhak untuk bersikap semena-mena terhadap teman? Apa yang pernah dialami, apa yang dipapar, apa yang ditanam pada anak ini? Tak habis pikir. Tentu ada sesuatu yang salah. Utamanya pada pelaku, tapi tak menutup kemungkinan pada korban. Seperti lingkaran setan yang terus terpantik dan tak kunjung padam.

Perisakan, perundungan, bullying, dalam berbagai gradasi tingkatan, cara dan alasan bisa terjadi di mana saja. Suatu kenyataan pahit yang perlu diterima. Ketika menerima barulah bisa melihat, merasa, menyadari situasi. Selama belum diterima, yang terjadi adalah menyangkal, seolah tidak mengapa, menekan, seolah bukan hal besar, atau mengabaikan, seolah tidak terjadi apa2. Selalu perlu waspada ketika ada anak yang tertinggal di luar lingkar-lingkar pertemanan, ketika ada anak yang tidak biasa dalam bersikap, atau anak yang sering menjadi objek candaan. Benih-benihnya kerap dimulai di situ.

Jumlah anak yang tidak terlalu banyak dalam satu kelas, tentunya membantu. Kakak dapat mengenali setiap anak dalam kelompok, dan mengamati dinamika di antara mereka. Salah satu kegiatan yang dulu pernah dilakukan adalah Ngaji Rasa. Untuk mengatasi dinamika di kelas yang mulai mengarah ke perisakan, salah seorang kakak, Kak Arry punya ide untuk memasukkan ngaji rasa sebagai salah satu soal RAT Terpadu. Rangkaian tiga kata ajaib dipakai sebagai pintunya: tolong, terima kasih, maaf. Beberapa anak tampak memanfaatkan kesempatan ini untuk menuntaskan hal yang mungkin sudah lama mengganjal di hati. Salah satu anak membuat puisi berisi ungkapan maafnya terhadap teman-teman sekelasnya. Puisinya sungguh menggugah, menyentuh hati, akumulasi kegalauan yang sudah lama bertumpuk. Akhirnya kakak memutuskan untuk membacakan puisi itu di kelas, tanpa kehadiran si penulis. Suasana haru langsung merebak saat teman-teman mendengar permintaan maaf yang awalnya mereka perkirakan berarah minta tolong. Setelah ngobrol panjang, semua anak terbawa ke kesadaran betapa sikap-sikap kita bisa berdampak dalam dan menoreh luka bagi orang lain. Setelah itu anak-anak diajak menyampaikan perasaan mereka lewat tulisan sebagai balasan puisi tersebut. Suasana kelas setelah itu menjadi sangat berbeda, lebih menyenangkan. 

Aku tidak bisa memberikan banyak masukan untuk sang ibu, selain mencoba bekerja sama dengan pihak sekolah. Karena perlu upaya semua pihak untuk bisa memutus lingkaran tersebut. Semoga..

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES182 Kolaborasi Buku Anak

Pada Festival Literasi Tahun Pendidikan 21 yang mulai berlangsung ini, ada banyak program menarik. Salah satu yang baru adalah Kolaborasi Buku Anak. Undangan pertama untuk para penulis. Siapapun yang mau boleh menulis cerita bertema imajinatif untuk anak < 10 tahun. Ternyata cukup banyak yang me…

innocentiaine11
AtomicEssay

AES181 Terima Kasih!!

Festival Literasi TP 2024-2025 baru saja berakhir, penuh rasa dan syukur. Festival Literasi di Smipa bukan acara yang wah dalam arti mewah atau meriah saja. Yang ingin dicapai bukan sekadar wah. Banyak hal yang ingin kita sasar dan bangun lewat kegiatan ini. Jadi, apa yang membedakan Festival Liter…

innocentiaine100
AtomicEssay

AES180

Sudah cukup lama tidak mengunjungi akun Ivan Lanin. Biasanya pada periode merapot, saya suka melihat-lihat postingan beliau. Banyak dapat info perkembangan bahasa Indonesia yang jarang sekali dapat perhatian. Unggahan uda selalu menarik, dengan nuansa humor yang kocak, sekaligus mengajak pembaca be…

innocentiaine20