AES247 Bincang Kepemimpinan bersama KPB

Kalau beberapa waktu yang lalu saya berbincang dengan teman-teman KPB soal Etika, saya hari ini menyempatkan diri untuk berbagi soal Kepemimpinan. Saya bercerita juga bahwa saya dulu di seusia mereka - di SMA, jauh lebih tidak percaya diri dibandingkan teman-teman KPB. Saya hanya berusaha ikut pelajaran di sekolah - tidak berprestasi juga, nilai-nilai saya ada di kisaran aman saja. Sejauh nilainya tidak merah saya sudah senang. Secara sosial ya OK-OK saja juga, karena saya berusaha blend-in dengan teman-teman saya. Tapi tidak ada sesuatu yang spesial yang bisa saya munculkan, sekedar ikut arus dan apa yang terjadi di sekolah.
Hari ini saya jadi kepala sekolah - sebetulnya jauh dari bayangan saya. Walaupun tidak besar, komunitas di Semi Palar ini punya tantangannya sendiri untuk memimpinnya. Konsepnya yang holistik membuat Semi Palar penuh dinamika dan berbagai interaksi. Ini jadi keindahan - tapi juga membawa bersamanya, kerumitannya dan tantangan tersendiri.
Kembali ke soal leadership, mudah2an ditangkap pesannya, bahwa kepemimpinan untuk perubahan dimulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil yang dilakukan penuh dedikasi - walaupun tidak ada orang lain yang melihatnya. Kita melakukannya walaupun tidak ada memberikan like ataupun applause. Hal-hal kecil yang dilakukan penuh kesadaran sebagai tanda penghargaan (respek) dan tanda cinta terhadap diri sendiri. Semua dimulai dari sana... Pagi tadi saya menitipkan video di bawah ini untuk direnungkan pesan yang disampaikan oleh Admiral McRaven.
Semoga teman-teman KPB yang berproses dan belajar di luar kotak memahami betul pesannya, karena KPB memang menuntut diri untuk bisa kuat berdiri di atas kaki sendiri agar bisa membawa kebermanfaatan - membantu orang-orang lain. Kita harus bisa mengelola diri sendiri secara baik sebelum bisa memimpin orang lain. Sampai jumpa di esai berikutnya. Salam.
Photo by Miguel Á. Padriñán from Pexels
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES94 2. Tutur Kata Baik
Hal kedua setelah rutin ialah betutur kata baik. Berbeda dengan rutin yang coba kita terapkan selama di Bali, tutur kata baik ini sudah kami terapkan sejak awal perencanaan. Aku secara khusus menyarankan teman-teman Banua Tada untuk melatih tutur katanya, dimana pun, saat bersama siapa pun. Saat he…

AES870 Meng-atas-i Pikiran
Sudah cukup lama mengamati bahwa entah kenapa semakin ke sini, semakin banyak orang yang bicara tentang over-thinking. Menarik. Tantangan berikutnya adalah memahami bagaimana pikiran manusia bekerja. Kenapa kita semua tidak berhasil mengelola, menata pikiran kita agar tidak berlebihan. Dari mana pi…

AES863 Penerimaan Diri
Masih dalam konteks Literasi Diri, lebih luas lagi dalam suasana Festival Literasi yang segera digelar di pekan depan. Festival memang perayaan bersama, sebuah peristiwa kolektif, tapi di sisi lain di sisi dalam diri, apakah kita masing-masing juga merayakan literasi diri kita. Merayakan, mensyukur…

