AES94 2. Tutur Kata Baik

Hal kedua setelah rutin ialah betutur kata baik. Berbeda dengan rutin yang coba kita terapkan selama di Bali, tutur kata baik ini sudah kami terapkan sejak awal perencanaan. Aku secara khusus menyarankan teman-teman Banua Tada untuk melatih tutur katanya, dimana pun, saat bersama siapa pun.
Saat hendak berbicara, coba dipikirkan lagi apakah pilihan kata yang akan kita sampaikan sudah baik?
Apakah cara penyampaian kita bisa di terima dengan baik oleh yang lain?
Dan tentu saja berpuasa kata-kata kasar yang tidak perlu
Sebenarnya tujuan utamaku menitipkan hal ini adalah, agar mereka terbiasa untuk ngobrol dengan ‘elegan’, supaya orang-orang yang akan mereka temui di penjelajahan nanti memiliki impresi yang baik. Sesimpel menghindari celotehan “oh orang Bandung teh ngomongnya kasar ya”.
Di Talkshow kemarin aku baru menyadari, ternyata hal kecil ini sangat powerfull. Pantas saja, selama penjelajahan terkadang aku gemas karena mereka tidak menyampaikan evaluasi secara gamblang. Ternyata, salah satu penyebabnya karena mereka tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya dengan baik dan takut menyakiti orang yang akan mereka kritik, mereka memilih untuk diam dan mengambil waktu sendiri hingga menemukan cara dan timing yang tepat.
Hal yang luar biasa karena anak di jenjang mereka bisa menghayati hal kecil sedalam ini. Akupun tidak menyangka bahwa interpretasi mereka tentang tutur kata baik bisa sedalam ini.
Niat baik, misalkan untuk mengkritik dan memberikan saran pada seseorang harus didampingi dengan penyampaian yang baik, jangan sampai niat baik kita malah menyakiti orang lain karena penyampaian kita yang salah dan malah menimbulkan masalah baru. Etika dalam hal ini tutur kata adalah hal penting, contoh paling nyatanya ialah teman-teman Banua Tada. Banyak hal baik yang menghampiri mereka selama penjelajahan karena etika baik yang mereka miliki.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES95 3. Setiap orang yang ditemui adalah narasumber, setiap kata yang mereka ucapkan adalah informasi, dan setiap tempat bisa di jelajahi
Di essay AES93 tentang penjelajahan aku sempat menyebutkan bahwa, hal paling penting dari penjelajahan adalah menghidupkan jiwa penjelajah pada setiap pribadi yang melakukannya, untuk menghidupkan jiwa penjelajah kami, satu mantra yang selalu kami ulang setiap malam ialah “Setiap orang yang ditemui…

AES93 1. Rutin
Hari ini, 30 mei 2023 kami K11 Banua Tada telah merampungkan serangkaian kegiatan penjelajahan, dari mulai perencanaan hingga proses laporan akhir yakni gelaran karya. Sudah empat hari kami menggelar kegiatan yang bertajuk “Resonansi Rasa Pulau Dewata” yang dibuka dengan talkshow dan peluncuran buk…

AES92 Jelajah
Tepat 14 hari kami tinggal di tempat yang jauh dari rumah. Sejauh perjalanan 36 jam menggunakan kereta, saat punggung kami tidak bisa diluruskan, diserang nyamuk ketika tidur memeluk carrier, juga kena prank pengemudi bus. Selama perjalan 36 jam itu, kami masih belum tahu apa saja yang akan kami la…
