AES249 Berfilsafat

Dulu saya pikir filsafat itu ga menarik. Sesuatu yang tidak terjangkau olah kebanyakan kita. Ternyata saya salah besar. Entah kenapa persepsi itu memang ada umum di masyarakat. Sampai suatu ketika saya memberanikan diri ikut Extension Course Filsafat di Unpar. Waktu itu temanya Filsafat Ketuhanan. Ada dua seri, masing-masing 14 sesi. Gara-garanya, saya lagi berusaha mencari jawaban - di Semi Palar itu bagaimana sebaiknya pendidikan agama diterapkan.
Wah ternyata sangat menyenangkan. Setelah itu saya masih ikut 2 seri lagi Filsafat Manusia, dan beberapa sesi lainnya. Setelah itu saya sempat membaca satu bagian dari bukunya John Dewey. Ada satu kalimat yang sangat menarik perhatian saya. Beliau menuliskan: "Children are the greatest philosopher". Kenapa begitu? Karena anak-anak itu sangat pandai bertanya. Mereka banyak sekali mempertanyakan hal-hal di sekitarnya.
Jadi sebetulnya, filsafat itu sederhana. Berfilsafat itu sekedar bertanya, bertanya dan bertanya lagi... Menemukan jawaban - sampai suatu titik kita sampai ke jawaban yang mendalam. Lewat bertanya itu kita bisa sampai ke pemahaman yang mendalam - tiba di suatu pemahaman yang filosofis.
Masalahnya, sistem pendidikan kita sudah mengkastakan persoalan ini. Jadi urusan filsafat adalah urusan orang-orang pintar. Untuk sampai ke tataran itu, kita harus belajar di universitas dan duduk di level S3 untuk bisa mendapatkan gelar PhD : Doctor of Philosophy. Di jenjang-jenjang yang lebih rendah, perkara filsafat jarang dibahas. Mungkin sistem memang dirancang seperti itu - supaya orang-orang yang berkiprah di level teknis ya tugasnya hanya bekerja saja, berpikir secukupnya dan jangan banyak bertanya. Parah banget kan sistemnya.
Mudah-mudahan teman-teman yang belajar di Semi Palar tidak demikian adanya, mereka terus diajak berpikir dan bertanya, karena proses belajar ya prinsipnya itu bertanya dan mencari tahu, menggali pemahaman dan menemukan pemaknaan - di sisi dalam maupun sisi luar dirinya. Jadi ya, mari berfilsafat, karena berfilsafat itu seru dan gak susah-susah amat juga. Filsafat juga sebetulnya keren kok, bukan hanya urusan profesor-profesor yang berkacamata tebal. Salam.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES005 Antara Habit Building dan Enerji
[repost dari Ning] Sekian lama saya berpikir bahwa Hukum Kekekalan Enerji yang dirumuskan oleh eyang Albert Einstein adalah rumus fisika. Bekerja saat kita berbicara di ranah saintifik secara khusus bagaimana atom2 dan segala turunan enerji apakah itu suara, kalor dan lain sebagainya di alam kehidu…

AES116 - Komorebi
Hirayama adalah seorang lelaki paruh baya yang menjalani hari dengan rutin sederhana sebagai pembersih toilet umum di Tokyo. Tiap pagi dia bangun, menyiram tanaman, mengenakan seragamnya, melepaskan jam tangannya. Dia keluar, tidak mengunci pintu rumahnya, membeli kopi dari vending machine, dan men…

AES078 Seni Bertanya Dalam ilmu Filusuf
Pernahkah kamu terdiam sejenak dan memikirkan hal-hal sederhana di sekitar kita? Pertanyaan seperti “Mengapa langit selalu biru?” terdengar biasa, tetapi jika ditelusuri lebih dalam ia membawa kita ke akar dari berbagai cabang ilmu. Di sinilah filosofi berperan, sebagai ilmu yang menggali pertanyaa…


