AtomicEssay

AES25 Rakutak

reginamirdanpenulis arsip2

Hari ini aku akan bercerita tentang gunung lagi, kali ini gunung yang akan ku ceritakan adalah gunung rakutak, gunung ini ada di daerah ciparay kabupaten bandung. Aku mendaki dengan 2 orang temanku dan temannya temanku. Ini adalah kali pertamaku mendaki dengan orang yang baru pertama ku kenal (temannya temanku).

Saat itu kita sampe di basecamp sekitar jam 6 sore, sudah terlalu sore memang untuk mendaki namun karna estimasi pendakian yang tidak terlalu lama dan tidak ada tempat camp di basecamp jadi kita memutuskan untuk jalan malam, jalan malam pertamaku, sebelumnya aku hampir tidak pernah merasakan mendaki tanpa matahari kecuali summit. Kata orang sih enak ga kerasa capenya karna kalo siang kan sepanjang jalur bisa kita liat dan terkadang kalo didepan mata ada jalur yang terjal kita udah cape duluan, sedangkan kalo kita naik di malam hari jangkauan kita hanya sebatas cahaya headlamp.

Karna mendaki di malam hari, aku sampai tidak begitu ingat bagaimana jalur trek rakutak ini, terjal atau landai. Kamu para pendaki pasti tahu bagaimana perbedaan mendaki dengan orang baru dan orang yang pernah mendaki bersama. Bila pernah mendaki bersama kita bisa tahu bagaimana men-treatment orang itu, misalnya aku yang akan diam seribu bahasa saat aku lelah.

Jalan malam dan bersama orang baru sungguh membuatku khawatir saat itu, bisakah aku mengimbangi kecepatan mereka? Mereka ngerti ga ya kalo aku ingin istirahat? Mereka sebel ga ya kalo aku banyak berhenti? Semua pertanyaan itu muncul di kepalaku tepat setelah aku sampai basecamp. Jam 6.30 malam kita mulai pendakian dengan target puncak, karna di gunung rakutak ini tidak ada tempat camp lagi selain puncak bayangan, setelah di jalani ternyata jalan malam tidak semenyeramkan itu gais. Dan kawan-kawan baruku ternyata orangnya asik-asik, mereka berjalan tepat didepan kami dan menunggu saat jarak kami terlalu jauh bahkan beberapa kali mereka bercanda “buka tenda didieu wae ieu teh?” karna melihat kita yang jalan ngos-ngosan. Akhirnya sekitar jam 11 malam kita tiba dipuncak dan waw kita disuguhkan pemandangan indah yang tidak bisa kau beli dimanapun, di puncak itu bintang-bintang menyambut kita dan membuatku merasa perjalanan ini tidak sia-sia.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES115 Efisiensi

Sedikit bercerita tentang sebuah “budaya” di angkatan 7 KPB, yang sekarang menginjak kelas 12. Waktu hening dan doa adalah cara kami memulai hari. “Buka kelas” kami kerap menyebutnya, satu orang akan memimpin dalam prosesnya. Lucunya, setiap hari kami selalu bergelut dengan pertanyaan “siapa yang m…

reginamirdan10
AtomicEssay

AES114 Berjalan Lebih Jauh

Berjalan kaki, rutin yang selalu kujaga setiap hari. Aku mengawali dan mengakhiri hari dengan berjalan kaki. Berangkat dengan berjalan kaki, membuatku punya waktu untuk menyadari kembali tujuan-tujuan hari ini. Pulang dengan berjalan, membuatku punya waktu untuk merenungkan apa saja yang terjadi ha…

reginamirdan10
AtomicEssay

AES113 Angin itu Punya Siapa?

Aku duduk termenung di sebuah kursi panjang untuk menunggu giliran ber-mandala bersama teman-teman KPB. Udaranya cukup menyenangkan, tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin. Ada angin yang beberapa kali menyapa dan menorehkan kesegarannya. Lalu aku melihat keatas, melihat daun-daun yang tert…

reginamirdan31