AtomicEssay

AES26 Belajar Hadir

wulan bubuypenulis arsip2

Kurasa sewaktu kecil kita lebih mudah memaafkan. Seberat apapun hari yang terlewati, bertengkar dengan saudara, berselisih dengan teman, tidak ada yang mengajak main bahkan saat tidak diijinkan memakan es krim di kala cuaca sedang dingin. Tetapi selalu ada banyak alasan yang membuat kita kembali tersenyum, namun semakin besar kenapa urusan hati ini seringkali membuat senyum itu sulit hadir di wajah ya? Begitu pun yang kurasakan dengan anakku saat ini, semakin besar semakin butuh waktu untuk kembali menenangkan diri.

Hari ini aku diijinkan lagi untuk belajar, tentu saja dari sang maha guru di rumah. Karena ia bukan tipe anak yang dengan mudah bisa menceritakan apa yang sedang dirasakan maka aku sering salah menangkap pesan dibalik sikapnya, ditambah lagi aku bukan tipe orang yang mudah peka. Pasti terbayang kan situasinya? Si anak mungkin berharap ingin ditenangkan, tetapi malah mendapat pertanyaan yang tak perlu, lalu si ibu memiliki asumsi sendiri, dan diakhiri dengan perasaan si anak makin tak menentu. Sangat aduhai.

Sepanjang sore aku memikirkan hal itu, mungkin akan berbeda kalau aku memilih untuk mendengarkan, hanya mendengarkan apapun yang sedang ia coba utarakan. Jangankan dia yang masih baru mengalami beragam gelombang emosi, aku saja yang hidupnya lebih dulu dua puluh delapan tahun darinya masih membutuhkan jeda untuk dapat menguasai diri. Ya tentu situasi ini baginya bukan hal sepele, bisa jadi malah terasa sebagai sesuatu yang maha dasyat (seru-seru gemas ya menemani anak berusia belasan ini). Aku tahu yang dibutuhkan anakku saat ini adalah bantuan untuk memetakan terhadap apa yang ia rasakan, hubungan dengan sikap yang dimunculkannya, serta dampaknya terhadap orang selain dirinya. Seperti gambaran yang jelas tentang apa yang bisa ia lakukan dibanding kalimat abu-abu seperti ‘ayo tenangkan dulu dirimu’, bisa saja malah konsep tenang disini yang masih ia cari.

Sebentar, rasanya aku harus menertawai diriku sendiri karena cara jitu mengobrol dengan teman baikku ini sebetulnya sudah ku tahu sejak lama, yakni; Hadir! Iya, aku hanya perlu hadir menemaninya melewati keseruan perjalanan di saat ini. Yuk, Buy!   

Komentar (3)

innocentiaine

Jos banget ini @wulan bubuy

wwulan bubuy

makasih kak Inne hehe...

Buy

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES94 Akhir Perjalanan ? Tentu, Bukan!

Setiap perjalanan pasti akan menemukan akhir. Harapan baik terbangun diawal bahkan mungkin terselip tak terduga pada prosesnya. Terkadang kita gak sadar, telah membawa serta seluruh harap itu seorang diri, lupa bahwa ada peran terbaik yang membuat proses itu menjadi mudah terlewati. Hari ini aku be…

wulan bubuy20
AtomicEssay

AES89 Dalam Batas Pandang

Di satu kesempatan, aku dan anakku mengobrol cukup mendalam. Kala itu kami membahas tentang pentingnya untuk memahami bahwa apa yang kita perbuat, utamanya adalah untuk diri sendiri terlebih dahulu. Sederhananya, aku mencoba menjelaskan; ketika kita belajar kemudian mendapatkan ilmu, maka yang pali…

wulan bubuy12
AtomicEssay

AES87 Perjalanan Ke Dalam Diri

Sebuah konsep yang aku ketahui sejak lama, yakni menyebut bahwa anak sejatinya hanyalah titipan, baru terasa benar adanya ketika aku mengalami secara 'lugas' dalam satu peristiwa besar. Disaat aku betul-betul menyerahkan segala bentuk kepasrahan dengan berkeyakinan pada-Nya sehingga aku memperoleh…

wulan bubuy120