AES282 Mencari Padanan Be & Being

Masih dalam proses memperdalam pemahaman antara Being dan Doing. Sejauh ini saya masih belum menemukan padanan katanya dalam Bahasa Indonesia, khususnya untuk Be atau Being...
Kalau dalam Bahasa Inggris, Being dijelaskan sebagai non Doing. Situasi di mana kita tidak melakukan apa-apa. Begini misalnya, "Just be, do not do anything". Nah bagaimana terjemahannya? Atau kata-kata lainnya, "Just be happy" atau "Be yourself". Terjemahannya bisa menjadi "Berbahagialah" atau "Jadilah dirimu sendiri". Yang rasanya kurang kena juga. Kata [jadilah] masih mengandung konotasi melakukan sesuatu.
To Be, sejauh pemahaman saya adalah masuk ke sebuah situasi atau kondisi, a state of being. Nah ini yang sulit di-Bahasa Indonesia-kan. Masalahnya, karena sulit dibahasakan dengan baik, ini juga jadi kendala bagi pemahaman kita secara utuh.
Sebagai contoh, meditasi adalah sebetulnya bukan sebuah aktivitas yang dilakukan. Kalau kita secara sadar duduk diam dan mengheningkan diri (being in silence and in stillness) kita akan masuk dalam situasi meditatif. Kalau ini dipahami betul, kita bisa berada dalam situasi meditatif saat melakukan berbagai hal.

Saya jadi teringat penjelasan Sadhguru, bahwa Yoga itu bukan olahraga atau aktivitas tertentu - karena makna mendasar dari Yoga adalah being in Union. Sekali lagi ini juga sulit di-Bahasa Indonesia-kan.
Hmm, mungkin tulisan ini malah bikin bingung, tapi intinya ada kendala bahasa - sejauh pengalaman saya untuk menjelaskan hal-hal tertentu terkait being dan doing - di dalam khasanah Bahasa Indonesia. Tapi setidaknya semoga tulisan pendek ini jadi bahan untuk memperdalam pemahaman kita mengenai hal-hal ini. Salam.
image source : mustbethistalltoride.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES760 Batasan Bahasa
Masih nyambung dengan Festival Literasi di Semi Palar, hari ini saya menulis tentang Keterbatasan Bahasa. Di satu sisi kita menyadari keluar-biasaan bahasa - sebagai salah satu pilar kemajuan peradaban manusia. Manusia yang punya kemampuan begitu luar biasa menciptakan bahasa sebagai alat komunikas…

AES451 Paska Rapotan
Tidak bisa dipungkiri, proses merapot di Semi Palar memang proses yang berat, kompleks dan tidak mudah. Karena pijakannya pendidikan holistik, konsekuensi logisnya adalah kita perlu berhadapan dengan kompleksitas anak-anak kita sebagai manusia yang sedang bertumbuh kembang, berproses menjadi manusi…

AES357 Can Tangtu
Entah kenapa pikiran saya melayang lagi ke kata-kata Aki Muhidin. Tapi kali ini bukan ke kata-kata nyaho, bisa, tuman dan seterusnya - tapi lebih ke kata-kata yang merangkai keseluruhannya : Can Tangtu. Saya pikir kata-kata Can Tangtu ini jadi sangat signifikan - di tengah rangkaian kalimat sederha…
