AtomicEssay

AES760 Batasan Bahasa

Andy Sutiosopenulis arsip2

Masih nyambung dengan Festival Literasi di Semi Palar, hari ini saya menulis tentang Keterbatasan Bahasa. Di satu sisi kita menyadari keluar-biasaan bahasa - sebagai salah satu pilar kemajuan peradaban manusia. Manusia yang punya kemampuan begitu luar biasa menciptakan bahasa sebagai alat komunikasi yang sangat besar dampaknya dalam perkembangan peradaban sejak manusia gua yang hidup ribuan tahun silam. 

Hari ini saya mencoba mengaitkannya dengan apa yang kita coba pahami sebagai Literasi Diri, pengenalan diri - sisi dalam diri kita - di mana kita akan bersentuhan dengan dimensi Spiritualitas. Nah ternyata di sinilah Bahasa menemukan keterbatasannya. Bahasa yang dikreasikan di dalam pikiran manusia - sebagai hasil kerja pikiran menemukan dinding pembatasnya di sini. Inilah juga yang membuat manusia kesulitan untuk memahami hal-hal yang terkait spiritualitas dan sebaliknya menjabarkan atau menjelaskannya melalui kata-kata, menggunakan bahasa. Kalaupun manusia tidak merasa kesulitan, apa yang kemudian dijabarkan atau dijelaskan melalui kata akan berhadapan dengan keterbatasan tadi. 

Inilah naturnya bahasa sebagai buah pikiran manusia. Perangkat yang memang berada di dalam ranah berbeda dengan ranah spiritualitas. Antara being dan doing - termasuk di dalamnya thinking. Masuk ranah being memang tidak bisa dilakukan dengan thinking, menggunakan kerja pikiran. Ini yang perlu disadari betul. 

Video di bawah ini bagi saya menjelaskan dengan gamblang kenapa bahasa tidak akan pernah memadai saat kita berusahakan menjelaskan banyak hal di dalam ranah spiritualitas. Ini adalah video kedua yang saya referensikan di dalam tulisan saya, datang dari kanal Youtube yang dinamai Snakespeak - entah apa alasannya. Dari kanal ini, saya mendapatkan banyak jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang masih simpang siur di benak saya. Proses mencari jawaban agar pemahaman saya bisa lebih utuh - terkait apa yang ingin saya pahami. Filem-filem pendek yang menurut saya bisa menjelaskan dengan cukup singkat dan sederhana tentang pertanyaan-pertanyaan yang rasanya cukup sulit dicarikan jawabannya. 

Sebagai penutup tulisan ini, saya pikir penjelasan yang ada di video ini juga menggaris-bawahi kalimat yang juga tidak mudah dipahami bahwa You are not your body, you are not your thoughts. Semoga tulisan ini bermanfaat.  

Komentar (2)

Murdeani

Sungguh selaraas.... Ternyata memang begitu adanya ya... nanti coba saya tuliskan lagi dr pov saya. Membicarakan hal yang sama dg bahasa yang berbeda. Pada akhirnya yang bekerja adalah resonansi...

Andy Sutioso

Punten colek lagi @budhi nyambung sama obrolan siang tadi.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES339 Sisa? Ogah Ah!

Memilih diksi atau istilah dalam berbagai aktivitas komunitas - juga untuk diri kita sebagai individu punya signifikansinya masing-masing. Buat warga Semi Palar hal ini sudah jadi bagian dari kultur kita. Pemilihan kata seperti Rumah Belajar, panggilan kakak buat para guru, istilah Tantangan untuk…

Andy Sutioso41
AtomicEssay

AES282 Mencari Padanan Be & Being

Masih dalam proses memperdalam pemahaman antara Being dan Doing. Sejauh ini saya masih belum menemukan padanan katanya dalam Bahasa Indonesia, khususnya untuk Be atau Being... Kalau dalam Bahasa Inggris, Being dijelaskan sebagai non Doing. Situasi di mana kita tidak melakukan apa-apa. Begini misaln…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES030 Kata dan Idea

[repost dari Ning] Sudah larut malam, saya belum mulai menulis esai saya yang ke 30. Jadi tulisan ini akan pendek saja. Tulisan ini nyambung sama tulisan saya yang sebelumnya tentang perubahan. Robin Williams, di filem keren Dead Poets Society, membisikkan lirih kata2 ini kepada murid-muridnya. "No…

Andy Sutioso10