AES287 Mengikuti Perang Dari Dekat

Teknologi telah membawa kita mendekat ke berbagai peristiwa di belahan dunia lain. Beberapa hari yang lalu, Rusia melakukan invasi ke negara tetangganya Ukraina. Entah kenapa perang ini menarik minat saya. Konflik global yang besar sebelum ini adalah September 11. Saya masih ingat melihat di layar TV bagaimana pesawat teroriis menabrak menara kembar dan sesudahnya ambruk hingga rata dengan tanah.
Hari libur ini saya tidak banyak ngapa-ngapain. Kebetulan pencernaan lagi bermasalah, jadi saya hanya istirahat dan bolak balik ke depan komputer. Saya mencoba mengikuti beberapa berita dari Youtube, peristiwa-peristiwa kecil yang jadi bagian dari kisah kemanusiaan dari konflik dua negara nun jauh di sana. Kisah kemanusiaan yang biasanya tidak jadi perhatian, saat ini bisa kita lihat secara dekat dengan mudah - hanya berjeda sebentar dari saat terjadinya peristiwa itu. Kisah-kisah kemanusiaan ini bagi saya adalah sisi belakang dari sekeping koin, karena biasanya yang sering jadi berita adalah drama politik dari pada pemimpinnya yang terus disorot oleh media massa dari berbagai negara.
Satu video yang bagi saya menyentuh adalah keberanian seorang ibu-ibu Ukrainia yang menghampiri tentara Rusia bersenjata lengkap yang sedang berjaga. Dengan tegasnya si ibu ini berkata bahwa "Kalian TIDAK diinginkan di sini. Ini adalah negara kami, ini tanah kami, ini kehidupan kami. Kalian melanggar itu semua!" lalu dia memberikan biji bunga matahari kepada tentara itu sambil bilang, "Ini biji bunga matahari kamu kantongi, kalau kamu sampai mati di tanah ini, kamu akan biji itu akan tumbuh di tempat kamu mati nanti."
Duh luar biasa keberanian ibu itu ya - gambaran kecintaannya terhadap tanah airnya. Yang menarik adalah bagaimana ia memberikan biji bunga kepada tentara itu. Menurut saya itu adalah sebuah simbolisasi yang luar biasa humanis. Konflik antar manusia seringkali terjadi bukan karena keinginan si manusianya. Bisa jadi tentara itu juga tidak ingin berada di sana. Dia berdiri di sana karena menjalankan tugas - karena sumpahnya pada Rusia. Saat pemimpin negaranya keblinger entah kenapa, dia terpaksa hadir di sana.
Terlepas dari apa kelanjutan konflik ini, perang adalah salah satu hal yang paling saya tidak bisa mengerti dari umat manusia. Oh iya saya sempat menulis satu esai terkait ini, judulnya : Manusia, Ciptaan Yang Paling?
Photo by Katie Godowski from Pexels
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES963 Oh...
DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk m…

AES961 Shaken To The Core...
Dalam perjalanan kehidupan, dari waktu ke waktu, manusia akan diajak melalui jalan yang gelap, terjal dan menantang. Mendapatkan pengalaman yang mengguncang keyakinan yang telah dibangun sekian lama. Sesuatu yang tidak diduga, tapi ya, hal ini terjadi, tidak dapat dihindari.Bahasa Inggrisnya mungki…

AES960 Berguru pada Garpu
Meminjam tajuk pertunjukkan musik Abah Iwan beberapa waktu lalu di Rongga Budaya, Dusun Bambu, pagi di Ngobras ke 3 TP22 terjadi peristiwa yang gambarnya saya tempatkan di atas ini. Konser Abah Iwan bertajuk Berguru pada Alam, karena ya begitulah apa yang beliau sampaikan / ekspresikan di dalam kon…

