AtomicEssay

AES294 Antara Terasa dan Terukur

Andy Sutiosopenulis arsip2

Dalam satu kesempatan, kang Aat Soeratin - guru saya, sekaligus salah seorang rekan yang menaungi Rumah Belajar Semi Palar di yayasan - menyampaikan dua kata kunci tersebut di atas. Terasa dan Terukur. Sebelum mendengar itu, saya tidak memikirkan apa signifikansinya buat kita yang berkiprah di dunia pendidikan Tapi ternyata, sejalan dengan waktu ketidak-seimbangan antara 2 kata sederhana itu berdampak besar buat kemanusiaan kita dan lebih jauh lagi pada perkembangan peradaban manusia sampai hari ini. 

Saya ingin mengaitkan juga dua hal ini dengan apa yang disampaikan oleh Sadhguru tentang Intelegensi dan Intelektualitas, Kebetulan saya juga sudah menulis tentang ini di dalam esai saya dengan judul sama. 

Temuan ilmiah terakhir yang diungkapkan oleh Gregg Braden - bahwa sains modern telah menemukan bahwa jantung manusia (yang selama ini kita kenal sebagai organ tubuh yang terkait dengan peredaran darah), juga menyimpan sel-sel Neuron. Dengan kata lain, jantung juga punya fungsi kecerdasan (intelegensi). Dari perspektif yang lebih holistik, semua sel dalam tubuh manusia menyimpan kecerdasan tertentu. Jadi kecerdasan manusia tidak hanya disimpan di otak tapi tersebar di entah berapa milyar sel tubuh manusia. 

Hal ini jadi signifikan saat bicara dalam proses pendidikan holistik di mana kita berupaya memandang dan memfasilitasi manusia secara utuh - menyeluruh. Otak (brain) adalah organ tubuh yang terdiri dari dua belahan (kiri dan kanan) yang bekerja simultan. Keunikan bentuk otak ini ternyata punya signifikansi terhadap bagaimana otak manusia (kerja intelektualitas manusia) berfungsi. Otak manusia bekerja dengan membandingkan karenanya apa yang diproses lewat otak manusia cenderung muncul sebagai sesuatu yang komparatif (bersifat perbandingan). Misalnya: Baik dan Buruk, Bagus dan Jelek, Terang dan Gelap dan lainnya. Cenderung kuantitatif dan bisa diukur

Berbeda dengan kerja kecerdasan yang mengandalkan kepekaan (senses) - yang bekerja adalah fungsi kecerdasan yang tersebar di seluruh tubuh manusia dan tidak semata dikendalikan oleh otak. Hal-hal ini cenderung lebih terasa dan lebih muncul dalam bahasa-bahasa rasa seperti perasaan, intuisi, kepekaan, kesadaran dan lain sebagainya. Hal-hal ini otomatis lebih subtle (halus) dan tidak mudah diukur. 

Lalu mana yang lebih penting? Keduanya sama penting dan supaya hidup manusia lebih utuh dan seimbang, kerja keduanya perlu diseimbangkan juga. Manusia yang terlalu logis cenderung mengabaikan perasaan, sebaliknya orang yang perasaannya terlalu peka bisa jadi cenderung tidak logis juga. Kenapa manusia punya kapasitas untuk keduanya, saya pikir saat manusia bisa menyeimbangkan keduanya, itulah yang membuat manusia bisa punya kebijaksanaan atau wisdom. Tidak sekedar pintar tapi juga bijak. Tentunya dalam proses pendidikan holistik, hal ini yang perlu jadi tujuan bersama. Bahwa anak-anak kita jadi manusia yang tidak hanya pintar tapi juga bijak. Harapannya, kebijakan ini yang bisa menjadi solusi buat segala problematika peradaban manusia modern saat ini. Salam. 

Photo by Elīna Arāja from Pexels

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES493 Menyoal Jurusan IPA dan IPS

Pertama-tama, sebetulnya topik bahasan ini sudah tidak lagi relevan, karena Kurikulum Merdeka di jenjang SMA sudah beranjak meninggalkan pendekatan di atas ini - spesifiknya jurusan IPA dan IPS. Dulu sempat ada juga jurusan Bahasa - dan sudah terlebih dahulu dihilangkan. Entah kenapa, mungkin karen…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES392 Salah Arah, Salah Kaprah

Saat ini sekolah-sekolah di seluruh Indonesia sedang sibuk mempersiapkan diri untuk mulai pembelajaran di Tahun Ajaran baru. Hmm saya sendiri ga terlalu suka istilah ini. Di Semi Palar istilahnya adalah TP (Tahun Pendidikan) karena ya kita berusaha untuk tidak mengajari (to teach) tapi proses di Se…

Andy Sutioso51
AtomicEssay

AES084 Mengubah Paradigma Pendidikan

Salah satu video terpenting yang jadi bekal buat kami merancang berbagai pendekatan pendidikan di Semi Palar adalah video di bawah ini, dibawakan oleh Sir Ken Robinson, tentang paradigma pendidikan. Sir Ken yang meninggal beberapa waktu lalu, banyak menjadi referensi bagi kami untuk memahami pendid…

Andy Sutioso30