AES31 Perpisahan (2)

Kucing ini pun akhirnya resmi menjadi kucing milik keluarga di rumah nenekku. Sebenarnya lebih ke milik tante dan sepupuku sih, karena pada saat itu nenekku masih belum terlalu ingin memeliharanya karena takut menyusahkan.
Mastur sebenarnya kurang suka dimanja, seperti digendong, dielus untuk waktu yang lama, atau diajak tidur bersama. Dia hanya bisa dimanja ketika baru bangun tidur, karena belum sadar sepenuhnya dan tidak masalah kita perlakukan apapun. Dia adalah tipe kucing yang ingin dihargai dan tidak mau disuruh-suruh. Pokoknya kita tidak bisa memaksa dia, misalnya ketika ingin mengajaknya tidur di kasur. Jangan digendong dan dibawa, tunggu saja hingga dia naik sendiri.
Pertumbuhannya sebenarnya cukup cepat juga. Sekarang dia sudah menjadi besar dan banyak yang berubah dari dirinya saat kecil. Dulu mukanya tembem dan badannya pendek gendut. Sekarang dia berbadan besar, panjang, agak gendut sih, dan tiba-tiba mukanya menjadi tirus. Bukan tirus karena kurus, tapi ya jadi tirus aja. Semakin besar pun dia semakin galak. Kadang dideketin aja udah ngeong-ngeong marah gitu.
Dia semakin galak sejak datangnya dua kucing lain. Yang pertama bernama Jeje, kucing yang akhirnya membuat nenekku sepenuhnya menerima memiliki kucing. Karena Jeje hanya nurut kepada nenekku. Si Jeje juga sama, hitam putih, gendut, dan badannya bulat. Pas sudah besar pun mukanya jadi agak menirus. Kucing kedua adalah Hening alias Si Tenang. Saat bersama Jeje, Mastur cukup bisa beradaptasi dan akhirnya bermain bersama. Tapi saat ada Hening, dia jadi lebih sering di luar.
Sejak senang di luar, Mastur jadi sering juga mampir ke tetangga. Lama kelamaan, dia pun jadi dikenal oleh seluruh tetangga, sebagian besar pun suka padanya. Jadi dia suka dibilang kucing milik bersama (ya tapi tetap milik kami sih). Walaupun suka di luar, Mastur selalu datang setiap kali dipanggil dan tetap makan di kami. Dia akan menjadi baik jika di luar rumah, dan menggalak ketika di dalam rumah (kecuali saat ditawari makan).
Senin kemarin, aku tidak menyangka bahwa kabar perpisahan ini datang karena Mastur. Soalnya, sejak minggu lalu anjing di rumah nenekku sakit. Mastur tertabrak oleh salah satu tetangga kami. Sebenarnya karena ada dua mobil yang sedang jalan bersamaan, mobil depan sadar dengan keberadaan Mastur jadi menghindar. Sedangkan mobil di belakangnya tidak melihat, sepertinya karena fokus ke mobil depan juga.
Tepat sehari sebelumnya, aku dan keluargaku datang ke rumah nenekku. Pada saat itu pun aku sempat bertemu Mastur. Dia pun tampak lebih baik dari sebelumnya dan tidak segalak biasanya ketika digendong. Saat pulang, kami juga sempat berpapasan dengannya yang sedang bersiap berantem dengan kucing lain. Kami pun melambaikan padanya dan bilang jangan berantem, yang ternyata adalah pertemuan terakhir kami.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES81 Bertemunya Kedua Sungai
Kamis itu menjadi pertemuan antara Sungai Asahan (Aek Toba) dan Sungai Oya. Ini bukan beneran tentang sungai yaa, tapi kelompok Asahan (K12) dengan kelompok Oya (K6). Ini bukan pertama kali kelompok kami bertemu kelompok mereka. Apalagi aku, karena kebetulan adikku yang ada di kelas Oya dan sejak k…

AES80 Api Sepi Nyepi
Penjelajahan kami kelompok Banua Tada di Bali sudah berlangsung 1 bulan lamanya. Penjelajahan ini dibagi menjadi beberapa lokasi, yaitu 3 minggu di Bitera Gianyar, 1 minggu di Ubud, dan 1 minggu di Muntigunung. Salah satu kegiatan yang kami nantikan dalam kegiatan di Bitera adalah Hari Raya Nyepi.…

AES79 Susungaian
Susungaian, kata yang biasa aku gunakan untuk menyebut kegiatan ini. Sejak sekitar 3 bulan yang lalu aku mengikuti satu komunitas yang bernama River Cleanup. Ya sesuai dengan namanya, kegiatan utamanya adalah bersih bersih sungai. Tidak hanya bersih bersih sungai saja, tapi di dalamnya juga memberi…
