AtomicEssay

AES310 Less is More

Andy Sutiosopenulis arsip2

Dalam perjalanan Semi Palar mengeksplorasi Pembelajaran yang Holistik dan multi dimensi, salah satu tantangan terbesar bagi para kakak adalah membuat 'batasan'. Sejauh mana eksplorasi pembelajaran perlu dibatasi karena paradigma bahwa segala sesuatu itu terkoneksi membuat segala sesuatu seakan tanpa batasan. Eksplorasi bisa sangat bebas, ruang jelajah sangat terbuka. Saat merencanakan pembelajaran, kakak-kakak di Smipa membuat mindmap, dan memetakan kemungkinan yang ada. Besar kemungkinan bahwa segala sesuatu jadi menarik dan ingin dieksplorasi. Ini juga jadi kelemahan tersendiri bahwa kakak2 membawa anak mengeksplorasi terlalu banyak hal dan akhirnya teman-teman di kelas tidak bisa mempelajari hal-hal tersebut dengan cukup mendalam. 

Fenomena ini bisa kemudian muncul lagi seperti apa yang dialami di sekolah-sekolah konvensional, di mana murid-murid diminta mengetahui begitu banyak hal - yang dituangkan dalam buku pelajaran, sehingga akhirnya hanya menghafal dan tidak punya pemahaman mendalam tentang apa yang dipelajarinya. Jadi sebetulnya di dalam pembelajaran holistik, hal ini juga mungkin terjadi. 

Lalu bagaimana caranya membatasi, hmm, memang ini bukan perkara mudah. Tidak ada panduannya atau ukurannya. Kakak-kakak juga perlu bisa memandang sesuatu secara mendalam. Prinsip lain yang membantu untuk diterapkan saat merancang pembelajaran di kelas adalah Less is More. Sedikit itu lebih banyak. Memang paradoxical (bertentangan), tapi tidak terlalu sulit dipahami. Kita perlu memandang pengetahuan bukan hanya dua dimensional (lebar atau sempit) tapi juga punya kedalaman. Jadi saat ruang belajarnya terbatas, kalau terlalu luas, otomatis tidak bisa mendalam. Jadi kakak-kakak di Semi Palar perlu menyadari bahwa pembelajaran selain harus eksploratif tapi juga punya dimensi kedalaman yang memadai. Jadi anak-anak tidak hanya sekedar nyaho (tahu), tapi juga ngarti (paham) konsep-konsepnya. 

Sering kali kakak-kakak juga bertanya sejauh mana perlu menakar kedalaman pembelajaran tertentu. Nah tentang ini sebetulnya tidak terlalu sulit juga. Kita bisa mendapat bantuan dari anak-anak di kelas. Pancing saja mereka untuk memunculkan pertanyaan tentang topik yang akan dibahas. Pertanyaan-pertanyaan anak adalah gambaran tentang kedalaman pemikiran / pemahaman mereka tentang sesuatu. 

Semoga tulisan pendek ini bermanfaat.  

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES904 Bukan Kesimpulan

Ini hanya catatan kecil saja dari proses belajar kakak-kakak dan persiapan pembelajaran semester 2. Hari ini saya diberi kesempatan menggenapi proses pembekalan yang sempat di gulirkan di TP21. Di minggu perencanaan awal semester kemudian di pembekalan yang kami laksanakan di Lembang. Waktunya sing…

Andy Sutioso91
AtomicEssay

AES832 Foto Favorit Guru dan Murid

Sore kemarin kak @innocentiaine mengirim WA menanyakan kalau saya punya foto yang pas untuk dijadikan ilustrasi dari proses pembekalan kakak-kakak baru sore hari ini. Saya cari-cari dan entah kenapa ingatan saya selalu kembali ke foto di atas ini. Foto ini kemudian saya kirimkan ke kak Ine dengan c…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES744 Merayakan Kehidupan bersama Hirayama San

Hari terakhir Minggu Perencanaan kami tutup dengan meliterasi filem Perfect Days yang diharapkan bisa mengajak kakak-kakak untuk lebih memahami salah satu butir yang dituliskan sebagai proses di dalam jabaran Spirit Semi Palar. Sisi dalam dari bintang Smipa yang memancarkan 5 Spirit yang selama ini…

Andy Sutioso00