AES#32 Mental Health
Kesibukanku akhir-akhir ini setelah sekolah ada berorganisasi atau mengikuti webinar dan kelas-kelas online. Banyak kegiatan yang aku ambil yang membahas mengenai mental health. Entah kenapa aku merasa topik itu sangat menyenangkan untuk dibahas dan didalami, selain itu relate juga dengan keseharian, ditengah pandemi, banyak orang yang mengeluhkan masalah kesehatan mentalnya.
Kesehatan mental sendiri, merupakan hal yang masih sering dianggap remeh oleh orang banyak terutama di Indonesia, dengan stigma orang yang mengalami kesehatan mental berarti sakit jiwa. Padahal itu salah. Atau bahkan ada orang yang menyebutkan bahwa orang yang mengidap mental illness berarti kerasukan atau perlu dibawa ke dukun.Selain salah, kesehatan mental sebenarnya tidak bisa diremehkan. Apabila dibiarkan terus menerus, akan semakin buruk dan mempengaruhi banyak aspek lainnya.
Seperti yang dibahas di webinar yang aku ikuti sore ini mengenai mental health, A SUMMER TO REMEMBER - It’s Okay Not To Be Okay. Webinar yang mengundang cukup banyak pembicara ahli ini akhirnya membantuku mengenal lebih dalam mengenai mental health terutama di Indonesia dan kalangan remaja.
Kalau kita membahas mengenai kesehatan mental, hal itu tiak luput dari kesehatan fisik kita. Karena sejujurnya kesehatan itu holistik, merka saling melengkapi dan mempengaruhi. Kalau kesehatan mental kita tidak baik, maka kesehatan fisik kita juga bisa jadi tidak baik.Selain dari stress, kesehatan mental ternyata bisa muncul dari kehidupan sehari-hari kita yang mungkin kita anggap remeh. Tadi salah satu pembicara sempat menyebutkan bahwa hal yang sudah berlebih atau sudah menjadi rutinitas bisa jadi penyebab kita stress dan akhirnya mengarah kepada mental illness. Rutinitas yang akhirnya membuat kita bosan, ada baiknya untuk diubah sekali-kali, misalnya yang tadinya terbiasa malas-malasan di ranjang, ada baiknya sekali mencoba untuk olahraga di pagi hari.
KIta juga harus bisa mengukur kapasitas diri, apakah kita mampu atau tidak melakukan sesuatu dan harus mengenal tujuan kita melakukan suatu hal. MIsalnya kita ingin melakukan sesuatu karena motivasi diri atau karena paksaan dari orang lain? Hanya ingin memenuhi ekspektasi orang lain agar dibanggakan dan lain sebagainya. Hal itu penting sekali dipetakan sebelum kita melakukan sesuatu karena bisa mempengaruhi motivasi kita juga. Memiliki banyak aktifitas bagus, justru bagus banget karena sebagai remaja memang saatnya untuk bereksplorasi, namun kita perlu enjoy dalam prosesnya dan perlu ada saat untuk menikmati hasil kerja keras dan beristirahat.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES#35 Diskriminasi Warga Papua
Papua, seringkali masih dianggap rendah oleh orang-orang, bahkan oleh warga negara Indonesianya sendiri. Teknologi yang masih belum bisa diakses oleh warga di Papua, sampai masih banyaknya kekerasan dan diskriminasi. Walaupun lokasi Papua berada di pinggir, bukan berarti kita bisa meninggalkan dan…

AES#32 Ketoprak
Siang ini aku makan ketoprak, yang akhirnya membawaku ke ririungan, untuk menuliskan keinginantahuanku mengenai ketoprak. Awalnya iseng aja, karena ketoprak merupakan salah satu makanan kesukaanku. Setelah memakan 2-3 suap aku berpikir, sebenarnya kenapa sih namanya ketoprak? Dan asal usul lainnya…
AES#13 Hilang
Semakin hari, rasanya semakin banyak orang yang hilang dari dunia ini. Satu per satu dari mereka hilang, tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal. Dulu, kasus covid-19 masih diangan-angan, siapa yang terjangkit siapa yang meninggal tidak ada yang dikenal. Namun sekarang, rasanya dekat sekali. Virus…
