Atomicessaysmipa

AES32 Tak Pernah Tamat Belajar #2 Sastra dan Pikiran Terbuka

matheusaribowopenulis arsip2

"Seluruh aktivitas yang sekarang kita sebut sebagai literasi itu fungsinya ialah proses itu; membuka pikiran dalam pengertian membiarkan yang lain masuk menjadi bagian dari kita, membiarkan diri asing kembali, melihat diri dari sudut pandang orang lain." sepenggal pernyataan Martin Suryajaya dalam videonya yang berjudul Sastra, Kota, Pikiran Terbuka. 

Martin juga mengungkapkan perspektif menarik yang mengaitkan sastra, kota, dan pikiran terbuka. "Kota tidak hanya ruang yang dirancang tetapi juga ruang yang dialami atau dihidupi. Bagaimana cara mengakses ruang yang dihidupi? Caranya melalui karya seni, dalam hal ini ialah sastra. Masuk dalam karya sastra, sebenarnya kita juga masuk ke dalam sebuah ruang. Ketika karya sastra itu membicarakan tentang kota, berbicara warga kota, dan sebagainya. Maka itu berbicara tentang bagaimana tokoh-tokoh dalam karya sastra itu mengalami ruangnya, ruang yang dihidupi itu. Maka kita sebagai pembaca ikut berempati, ikut mengalami ruang tersebut. Seolah-olah kita dipindahkan dari ruang konkrit kita sekarang dan masuk ke dalam ruang-ruang yang dibayangkan, dialami, dan diarasakan oleh tokoh-tokohnya itu."

Selengkapnya bisa diakses di sini

[jrEmbed module="jrYouTube" youtube_id="b4ht9rig0cE"]

Seketika teringat juga obrolan bersama @saskia-electra di warung mba Esih. Tak banyak yang diperbincangkan, namun yang paling diingat ialah tentang keinginan Saskia ngulik perihal pentingnya bacaan fiksi di sekolah. Semoga Saskia merespon tulisan ini dan mau menuliskan pandangannya tentang ini. 

Topik ini menjadi sangat menarik berkaitan juga dengan tema besar Smipa tentang literasi diri dan literasi semesta. Bersambut dengan cerita Ka @yantisuryanii7 setelah menghadiri pementasan rakyat di CCL akhir pekan kemarin. "Aku yang bukan anak petani aja, nangis liat ini (pemetasan)." ujar Ka Yanti yang kagum dengan pementasan berjudul Bedol Desa - Ode Tanah itu. Ada proses Ka Yanti membiarkan 'hal lain menjadi bagian dari dirinya', meletakkan perspektifnya sendiri, berempati, dan ikut mengalami ruang-ruang yang dibayangkan, dialami, dan dirasakan oleh tokoh-tokohnya. Begitu pentingnya proses literasi seperti ini. Menikmati karya seni dan mengakses buku-buku fiksi untuk olahrasa, mengasah kepekaan, dan menghaluskan nurani.

Semoga ka Yanti juga merespon dan menuliskan pengelamannya menyaksikan Bedol Desa - Ode Tanah di CCL.

Komentar (3)

Andy Sutioso

Sepakat! Sepaket juga dengan harapan ada tulisan² lanjutan yang nyambung dengan tulisan ini. @saskia-electra @yantisuryanii7. Saya juga ingin kadi bagian dari kisah² / narasi itu.

Saskia Electra

Memang kalau bahas masalah literasi dan fiksi enggak akan ada abis-abisnya sih kalau sama aku, hehe. Saski sih seneng Kak Mamat mengingat obrolan kita di warung mbak esih, karena untuk saski sendiri itu menjadi obrolan yang berkesan sih kak. Di saat aku lagi galau membuat proposal proyek mandiri, enggak yakin kalau cerita yang mau aku buat bisa membawa manfaat. Karena emang lucu sih fiksi tuh, dampaknya enggak langsung dirasakan, tapi proses refleksi dan usaha untuk paham prespektif orang lain, itulah manfaatnya untuk aku. Terimakasih juga kak, mungkin kakak enggak ngerasa sih, tapi obrolan kita waktu itu memberikan aku rasa percaya diri yang luar biasa untuk menjalani proyek mandiri ku. :)

mmatheusaribowo

Kembali kasih, Saskia. Semoga apa yang ditulis dari dalam keresahaanmu bisa meluas, ya. Keren!

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Atomicessaysmipa

#AES40 MaLAYa (Mamat, Lyn, Andy, Yanti)

Pada 23 Januari 2023 Bandung dan Cimahi masih diselimuti awan teduh. Sepertinya langit sengaja mengerahkan para awan untuk memayungi petualang Malaya bertualang dalam kayuhan. Hawa dingin tidak mengerutkan hangatnya perjumpaan dan tekad untuk bersama menyusuri segala medan di depan. Beriring doa da…

matheusaribowo31
Atomicessaysmipa

AES39 Kembali Mengayuh

Cerita hari ini (Senin, 23 Januari 2023) memang akan saya tulis. Hari yang sederhana, namun amat berkesan (seperti juga ungkapan kak Lyn tentang perjalanan ini; "berkesan"). Sesederhana kayuhan sepeda. Ketika tetap mengayuh, kita berjalan. Dalam kayuhan, kita seimbang, meski seolah tak ada yang men…

matheusaribowo42
Atomicessaysmipa

AES38 Kamar Mbah Oyeng #waktukukecil4

Aroma rambut mbah Oyeng paling terasa di kamar. Menempel di bantal, di jarik, di guling, dan dipelukan mbah Oyeng setiap malam. Tius suka sekali dengan aroma kamar mbah Oyeng. Kalau Tius sedang merasa sedih atau marah, Tius sering membenamkan wajahnya ke bantal di kamar mbah Oyeng. Semua bantal pas…

matheusaribowo00