AtomicEssay

AES323 Sarapan Istimewa

Andy Sutiosopenulis arsip2

Sabtu ini saya terbangun pagi2, karena entah kenapa Lilo dan Mocca, kedua anjing peliharaan kami gaduh sekali di garasi. Cita-cita ingin bangun lebih santai pagi ini bubar, dengan berat hati saya bangun, menuju ke garasi dan membukakan pintu supaya kedua makhluk heboh ini bisa memuaskan keingin-tahuannya di halaman depan. Entah apa yang membuat mereka begitu heboh. Rasa kantuk otomatis hilang. 

Setelah beberapa rutinitas pagi, mulai berpikir tentang sarapan pagi. Saya ingat kemarin saya pesan donat Rengganis dari koperasi dan membawa pulang buku Atomic Essay yang isinya kumpulan tulisan kakak2. Setelah menyeduh kopi, saya duduk untuk sarapan pagi dan mulai membuka lembar-lembar buku Atomic Essay tersebut. Wah emang beda ya baca buku di layar atau memegang bukunya secara fisik. Buat saya mungkin karena saya ini termasuk tahun produksi lama, baca buku fisik memang tidak tergantikan. Mungkin karena baca buku itu pengalaman multisensori. Visual tentunya iya, tapi beda sama baca buku digital, baca buku fisik itu kan harus cari tempat yang pencahayaannya baik. Sambil nyeruput kopi, aroma kertas itu kan spesial banget ya - apalagi buku-buku tertentu. Kebetulan buku AES ini juga pilihan kertasnya beda kok - cari yang  jenisnya agak kuning - seperti buku novel. Aromanya juga khas. Kalo di percetakan namanya lucu... Book Paper... wkwkwk. Jadi ya memang kertas spesial buat buku. Kemudian kita menemukan kalau kita membalik lembar-lembar halaman bukunya, sensasi ini kan ga ada di buku digital. Lalu jauh lebih spesial, karena para penulisnya, adalah kakak-kakak sendiri, orang-orang yang saya kenal langsung. Jadi ya... istimewa...  . 

Kalau soal konten, isi bukunya sebetulnya sudah pernah saya baca - kan saya juga yang membantu penyusunannya. Tapi waktu saya baca ulang buku fisiknya, kok ada perasaan yang beda. Esai pertama yang ditulis oleh kak Wiwit tentang Teka-Teki Seru, sangat menyentuh buat saya. Sangat menggambarkan kedekatan kak Wiwit dengan ayahnya - walaupun saya baru sekali dua kali berjumpa langsung dengan beliau. 

Lalu berlanjut ke esai-esai berikutnya... Karena ini esai-esai pendek, pas banget buat menemani sarapan seperti ini atau untuk ngopi sore. Jadi ya begitulah. Sarapan tadi pagi terasa istimewa buat saya karena ada sesuatu yang istimewa juga. Lebih lagi kalau nanti kopinya adalah kopi dari kebun koperasi... Jauh lebih spesial tentunya... Salam akhir minggu.  

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES867 Pecah yang Membawa Bahagia

Sudah dua hari ini saya tersenyum-senyum sendiri, saat membaca esai-esai warga Smipa di Ririungan. Eh maksudnya bukan senyum-senyum ga ada penyebabnya ya. Ada banget. Saya bahagia melihat postingan rekan-rekan yang menuliskan esai pertamanya di ruang penulisan ini. Entah sudah berapa ratus warga Sm…

Andy Sutioso30
AtomicEssay

AES858 AES Rame Lagi Nih!

Catatan kecil menjelang Festival Literasi. Tidak menghitung, tapi terasa bahwa semangat menulis di Ririungan mulai menyala lagi. Beberapa waktu lalu, mungkin sekitar sebulan yang lalu, Ririungan sepi. Seperti ruang di mana tidak banyak yang hadir, tidak banyak yang bicara. Tapi belakangan Ririungan…

Andy Sutioso20
AtomicEssay

AES685 Silaturahmi Timur dan Barat

Disclaimer, tulisan ini memang gamblang mau mengajak kak Nuy dan kak Maul yang kebetulan ikutan ngobrol² santai malam kemarin paska presentasi Sumba di Mata Kami. Kenapa kak Nuy dan kak Maul secara khusus di sebut karena terkait judul di atas ya - karena yang satu tinggal di Baraat dan yang satu di…

Andy Sutioso74