AES33 alkisah..

Entah kenapa tetiba ingat dongeng ini. Salah satu folktale-nya HC Andersen, mudah-mudahan masih pada kenal tokoh besar ini. Memang oldies banget haha, klasik lah ya, supaya lebih bisa diterima. Tapi terjemahan yang sekarang kok terasa kurang, memang beda dengan buku jaman dulu, buku oldies. Aku sendiri baru menemukan cerita ini saat mencari dongeng untuk membahas tentang Salah dan Benar dengan anak-anak kelas 3 waktu itu. Karena beberapa kali terjadi konflik di kelas yang berujung saling menyalahkan dan tidak mau main bareng. Judulnya 'Ayah Selalu Benar'. Alurnya sederhana, tapi lucu, bikin gemas pendengarnya.
Ceritanya tentang sepasang suami-istri petani. Suatu hari sang suami pergi ke pasar untuk menjual kudanya. Dalam perjalanan ia bertemu kawan yang mau menjual sapi. Lalu, ia menukar kudanya dengan sapi. Lanjut perjalanan, ia bertemu kawan yang memiliki kambing dan menukar sapinya dengan kambing. Ia terus menukar perolehannya, sampai di akhir hari ia membawa pulang sekarung apel busuk. Kawan-kawannya yakin bahwa yang dilakukan petani itu salah semua. Mereka bertaruh bahwa ia bakal kena marah istrinya lantaran membawa pulang sekarung apel busuk, sebagai ganti sapi besar miliknya semula. Tetapi sang petani dengan yakin mengatakan bahwa istrinya akan menerima semua keputusannya. Setiba di rumah, sang suami menceritakan seluruh pengalamannya hari itu. Mulai dari menukar kuda dengan sapi, sapi dengan kambing, kambing dengan angsa, angsa dengan ayam, sampai akhirnya ia mendapat sekarung apel busuk.Istrinya memandang tindakan suaminya selalu benar. Ia memuji setiap keputusan suaminya untuk menukar miliknya dengan benda lain. Bahkan ketika akhirnya ia diberitahu mendapat sekarung apel busuk sebagai pengganti sapinya, Sang istri memeluk suaminya dengan gembira. Ia akan menanam apel-apel yang busuk itu, agar nanti dapat memanen apel dari kebun mereka. Sang petani tidak saja mendapat pujian dan rasa puas dari istrinya, ia pun memenangkan taruhan dengan kawan-kawannya.
Tidak ingat tepatnya komentar-komentar anak-anak. Tapi masih terbayang ekspresi dan respon spontan mereka, sepanjang cerita perjalanan sang petani ke pasar dengan semua barter-barternya, bahwa pertukaran-pertukaran itu tidak adil, tidak benar. Di akhir diskusi, anak-anak dapat menerima bahwa pasangan petani itu benar juga. Bahwa benar atau salah itu bisa tergantung sudut pandang, jadi perlu saling mendengarkan. Tidak harus memilih A atau Z, seolah kalau tidak bersetuju dengan pemikirannya, jadi ga temenan..
Ga hanya anak, orang dewasa sering juga bersikeras merasa paling benar, jadi tidak bersedia mendengar atau menerima sisi atau sudut pandang lain, lalu berdebat panjang tanpa ujung. Menguras senangat dan energi rasanya. Ada pernyataan menarik dari Gobind, bahwa pada dasarnya segala sesuatu yang ada dan terjadi di muka bumi ini adalah netral. Manusialah yang memberi nilai positif atau negatif atasnya. Dan semua itu adanya di alam pikir diri, tentunya dipengaruhi berbagai pengalaman terdahulu, pengetahuan, ketidak tahuan, pendapat pihak lain mulai dari orang terdekat, sampai orang terjauh, lalu tertuang menjadi penilaian kita. Pastinya berbeda satu sama lain, dan semua bisa benar..
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES175 Jauuuh Tinggiii
Suatu hari, jauuuh di ketinggian, di antara cabang-cabang pucuk cemara kulihat sebentuk sarang burung. Menarik sekaliii.. Dari bawah, tempatku memandang, tampak seperti sebuah wadah yang terbuat dari jalinan daun-daun kering. Kubayangkan di benakku, jalinan daun2 pinus yang serupa jarum panjang sal…

AES166 Kitab Cerita
Setelah mengobrol tentang beberapa penulis dan pencerita yang dapat menjadi nara sumber untuk festival literasi mendatang, ka Wit meminjamkan buku Kitab Cerita, Esai² Anak dan Pustaka, karya Setyaningsih. Wah punya bacaan untuk mengisi akhir pekan nih. Sudah cukup lama tidak membaca tentang pustaka…

AES36 eric carle
"My father used to take me for walks in the woods. He would peel back the bark of a tree and show me the creatures who lived there. I have very fond memories of these special times with my father and in a way I honor him with my books and my interest in animals and insects.” ~ Eric Carle Eric Carle…
