AES34 Ajaib

Akhir tahun lalu aku menantang diri untuk membaca beberapa buku sekaligus. Hm, sama ya seperti menulis, kuncinya adalah konsisten. Bacanya pelan-pelan dan gak menargetkan harus selesai dalam sekian waktu ke depan. Nyatanya, aku memutuskan kembali untuk menyelesaikan satu buku karena berbagai alasan yang membuat aku kewalahan jika harus membaca bergantian keempat buku sekaligus. Padahal kala itu dipilih berdasarkan kemiripan tema. Ok, gpp kupikir ini bisa jadi semacam evaluasi diri, siapa tahu di satu waktu aku mau mencobanya lagi.
Nah, satu buku terpilih yang aku ingin selesaikan adalah The Secret Garden. Cerita klasik yang punya daya magis ini membuat aku bertanya-tanya tentang keajaiban alam dalam 'menyembuhkan luka' dua orang yang keberadaannya terasingkan. Sosok Mary Lennox ini mengingatkanku pada seorang gadis kecil yang kutemui beberapa belas tahun lalu, yang selalu tampak asik dengan dunianya, senang mengeksplorasi banyak hal dan selalu tertarik dengan apa yang terjadi disekitarnya.
Aku gak akan membahas cerita yang ditulis oleh Frances Hodgson Burnett ini, karena yang menarik bagiku adalah bagaimana bisa alam memiliki kekuatan yang begitu istimewa terhadap emosional manusia. Jika saja jiwa (nafs) seperti burung yang disimpan dalam sangkar, apakah jiwa ini memang selalu menginginkan kebebasannya? Dan apakah alam selalu menjadi tempat yang bisa menjadi perantara, batas antara kebesaran Tuhan yang bisa dinikmati secara visual?
Sedikit keluar dari bahasan Mary Lennox dan taman rahasianya. Aku teringat capacitar yang pernah kuikuti, meski aku sudah banyak lupa tekniknya tapi rasanya memang kami sering diajak untuk berdiri dan membuat lingkarang diatas rumput. Ah, ini lagi yang menarik dan menjadi satu alasan kenapa aku memilih semipalar sebagai tempat belajar dan bertumbuh bagi anakku, karena selama berkegiatan di rumah belajar anak melepas alas kakinya. Lalu, baru-baru ini pun aku sering dicekoki bagaimana pola pembelajaran di Hanara, sama-sama melibatkan sentuhan pada tanah, air, hangat dari matahari. Mungkin itu juga yang membuat Collin, sepupu Mary untuk pertama kalinya merasa bersemangat ketika bangun di pagi hari dan lebih menikmati sarapan paginya di awal musim semi tiba.
Ajaib. Cuma itu yang bisa aku sampaikan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES99 Suaka Paling Nyaman
Empat bulan kurang lima hari sejak anakku boarding, akhirnya aku mulai menemukan pola rutinku sendiri setelah beberapa saat aku seperti orang yang lagi belajar juggling. Apa kata yang tepat ya? Riweuh? Iya, riweuh berujung rudet. Dan baru aku tersadar kalau ternyata selama ini rutinitas yang aku la…

AES98 Melihat Sisi Positif
Tulisan ini berawal dari beberapa hari lalu aku dikirimin sebuah video yang bagiku terasa begitu menyayat hati, tentang seorang ayah yang menyuruh anaknya untuk membuang medali dan menyobek lembar sertifikat lomba yang diraihnya. Menurut sumber yang mengirimkan video, perlakuan itu karena sang anak…

AES97 Gerbang Kisah
Dua pekan yang lalu, sebelum jadwal penjengukan, akhirnya aku dan anakku bisa berbincang lewat gelombang suara. Lucu juga rasanya, padahal kesempatan seperti ini relatif longgar, tapi tetap saja menjadi sebuah momen yang ditunggu-tunggu. Di akhir pembicaraan, anakku bilang, ‘Bu, inget kan tulisan d…