AES34 Zona Nyaman

Zona nyaman adalah keadaan saat segalanya terasa akrab dan mudah sehingga anda tidak mengalami banyak stress. Zona nyaman memberikan anda kepastian, rasa aman, dan perasaan familier saat menjalani suatu aktivitas atau kebiasaan. Itulah yang dikatakan google saat aku mencari kata zona nyaman, banyak orang yang selalu mengatakan untuk tumbuh dan berkembang kamu harus keluar dari zona nyamanmu, aku setuju dengan kata-kata itu hanya menurutku walalupun kita tidak keluar dari zona nyaman kita bukan berarti kita tidak bisa tumbuh dan berkembang karna semuanya akan kembali lagi kepada pribadi masing-masing. Hanya memang saat kita keluar dari zona nyaman kita, seperti sebuah akselerasi untuk tumbuh dan berkembang.
Sepertinya aku termasuk tipe orang yang introvert, karna terkadang aku sulit untuk masuk ke lingkungan yang baru, mungkin karna dari kecil sampai sekolah menengah aku tidak memiliki banyak permasalahan hidup sehingga tidak banyak perubahan lingkungan yang aku alami. Menurutku pada saat sekolah aku memang hidup dalam zona nyamanku. Hingga akhirnya aku masuk ke perguruan tinggi, dimana aku harus tinggal sendiri di lingkungan yang benar-benar asing untukku, dan entah kenapa aku tiba-tiba masuk dalam sebuah organisasi pecinta alam yang benar-benar merubah hidupku.
Seperti yang aku bilang sebelumnya, aku memang aga sulit untuk bersosialisi, sejak dulu tidak banyak teman yang aku kenal karna aku terkadang sulit untuk mengingat nama seseorang dan malu untuk menyapa dengan pikiran ‘dia masih inget aku ga ya?’ kalo dia ga inget gimana? Kan jadi malu. Tapi setelah masuk ke organisasi pecinta alam (OPA) ini, aku seperti dipaksa untuk belajar besosialisasi. Mungkin beberapa ada yang tau bahwa OPA terkenal dengan kekeluargaan antar organisasi, hal itulah yang diajarkan senior padaku. Kita biasanya berkunjung ke OPA lain atau mereka yang berkunjung ke sekretariat kami, bila sudah bertemu pasti kita akan mengobrol sampai larut malam. Hal itulah yang memaksa aku untuk terbiasa dengan keberadaan orang baru di sekitarku dan membuat kemampuan sosialisasiku meningkat.
Tapi beberapa waktu kebelakang aku menyadari bahwa mungkin memang benar aku ini seorang introvert, aku memang sudah bisa bersosialisasi dengan baik tapi biasanya setelah aku bercengkrama dengan orang baru saat pulang ke rumah aku selalu merasa lelah seakan semua tenagaku terkuras untuk ngobrol dan bersosialisai. Mungkin bisa dikatakan aku memaksa diriku untuk masuk kedalam lingkungan yang asing sehingga aku membutuhkan tenaga ekstra untuk melakukannya. But, its ok itulah caraku keluar dari zona nyaman dan belajar disana.
Photo by Daniel Gotiangco on Unsplash
kenapa aku memilih foto ini untuk mem-visualkan essayku? karna kulkas adalah zona nyaman bagi para botol-botol itu hahahaha
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES115 Efisiensi
Sedikit bercerita tentang sebuah “budaya” di angkatan 7 KPB, yang sekarang menginjak kelas 12. Waktu hening dan doa adalah cara kami memulai hari. “Buka kelas” kami kerap menyebutnya, satu orang akan memimpin dalam prosesnya. Lucunya, setiap hari kami selalu bergelut dengan pertanyaan “siapa yang m…

AES114 Berjalan Lebih Jauh
Berjalan kaki, rutin yang selalu kujaga setiap hari. Aku mengawali dan mengakhiri hari dengan berjalan kaki. Berangkat dengan berjalan kaki, membuatku punya waktu untuk menyadari kembali tujuan-tujuan hari ini. Pulang dengan berjalan, membuatku punya waktu untuk merenungkan apa saja yang terjadi ha…

AES113 Angin itu Punya Siapa?
Aku duduk termenung di sebuah kursi panjang untuk menunggu giliran ber-mandala bersama teman-teman KPB. Udaranya cukup menyenangkan, tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin. Ada angin yang beberapa kali menyapa dan menorehkan kesegarannya. Lalu aku melihat keatas, melihat daun-daun yang tert…
