AtomicEssay

AES342 Mengalir atau Terbawa Arus?

Andy Sutiosopenulis arsip2

Tulisan ini terinspirasi obrolan saya dengan Tasha (@natasha-setyamukti) di hari Kamis sebelum kita masuk libur Lebaran. Tasha juga menulis tentang ini di esainya yang berjudul Obrolan Sore Hari

Seperti biasa obrolan sama ka Andy sih ngalor ngidul ya - lebih tepatnya Ngalir Ngalor Ngidul, karena mengalir aja. Ini mah bawaan ka Andy ya. Ngobrol bisa nyambung ke sana kemari. Tapi kan holistik ya semua saling terkait, hehe... 

Awalnya Tasha tanya pendapat saya tentang bagaimana menyusun My Life Plan - presentasi akhir di jenjang KPB. Omong-omong ga terasa ya Tasha sudah di penghujung prosesnya di KPB. Kak Andy sendiri bersyukur bisa lebih mengikuti proses dan berbagai pemikiran Tasha setidaknya sejak Tasha mulai banyak menulis di AES. Keren lah mengamati pemikiran-pemikiran Tasha dan teman-temannya. 

Dari My Life Plan, obrolan mengalir ke kenapa, my life plan ini jadi penting di KPB. Walaupun rencana yang disusun akan berubah - dan hampir pasti berubah, sebetulnya tidak terlalu jadi masalah. Yang dilakukan kakak-kakak KPB adalah menstimulasi, memantik teman-teman KPB untuk berpikir tentang kehidupan di masa depan. Sejauh pengamatan kak Andy, banyak sekali orang dewasa yang tidak mengenal diri dan menyadari kehidupannya. Hidupnya pragmatis, otomatis - seperti pesawat yang jalan dengan tombol auto pilot yang menyala. Dari kecil, sekolah mulai dari TK, lalu ke SD, SMP, SMA, lalu kuliah. Lulus kuliah langsung cari kerja. Kuliah juga secepat mungkin beres supaya bisa segera cari kerja. Setelah kerja lalu nikah, punya anak, kerja sampe pensiun. Tetiba ia baru tersadar bahwa ia sudah melalui sebagian besar kehidupannya - tanpa menyadari betul apa yang ingin dah semestinya ia lakukan. Kenapa hal-hal tersebut dilakukan - ya karena arus peradaban berjalan seperti itu. Semua orang melakukannya - dan sepertinya itu hal yang semestinya dilakukan. 

Itulah yang disebut terbawa arus... Kita bergerak tanpa menyadari ke mana dan bagaimana kita bergerak di dalam arus kehidupan. 

Saya sempat menyebut juga bahwa kita perlu mengalir. Nah ini beda dengan apa yang dijelaskan di atas. Bedanya di mana? Bedanya ya di soal kesadaran. Kita bisa saja ikut arus dalam kesadaran penuh. Di dalam prosesnya kita bisa memilih untuk berhenti, atau menepi lebih dulu. Atau berpindah ke aliran yang lain saat kita punya pilihan. Ini yang disebut mengalir. Saya sendiri mengalami banyak titik di mana hal-hal apa yang direncanakan tiba-tiba mentok. Sewaktu kuliah dulu, tidak ada bayangan saya bakal mendirikan sekolah. Tapi Krisis Moneter di tahun 98 membuat perusahaan yang saya dirikan bersama teman-teman bangkrut dan harus bubar. Ga ada proyek. Tapi kita tidak berhenti, kantor kita jadikan tempat kursus menggambar. Dan titik itu membawa saya berbelok dan belajar banyak lewat berkomunitas. Lewat berkomunitas, saya jadi berkenalan dengan mas Ipong, kang Aat, yang sekarang memayungi Semi Palar di yayasan, juga kak Imam yang jadi bagian dari tim Smipa. Titik itu juga yang membuat saya bergeser ke dunia pendidikan - sampai sekarang. Tapi semua itu adalah pilihan-pilihan yang saya buat secara sadar. 

Menutup tulisan ini, saya sempat nyeletuk ke Tasha - wah obrolan ini membuat ka Andy punya ide tulisan yang baru. Jadi terima kasih atas obrolan sorenya. Semoga tulisan ini bermanfaat juga buat yang membacanya. Salam. 

Photo by Jacob Colvin: https://www.pexels.com/photo/person-on-watercraft-near-waterfall-1761282/

Komentar (1)

terima kasih kak Andy untuk obrolan sore kemarin... membuka banyak perspektif baru untuk Tasha :)

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES791 Bendera, Upacara dan Spirit Ke-Indonesia-an

Setiap tanggal 17 Rumah Belajar Semi Palar menyelenggarakan Upacara Bendera. Ritual penghormatan Sang Merah Putih dan pengkhidmatan terhadap kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan yang udaranya bisa kita hirup dalam-dalam setiap harinya saat ini. Pagi harinya, saya menerima sebuah video pendek dari mas…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES767 Awal Mula Pasar Ramadhan

Seingat saya gagasan tentang Pasar Ramadhan muncul di tahun 2010-an. Mudah-mudahan ingatan saya tidak salah. Yang saya ingat jelas adalah bahwa gagasan ini murni muncul dari rekan-rekan orangtua. Peristiwanya sendiri saya masih ingat, terjadi di depan kantor (bangunan lama - sebelum direnovasi), se…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES644 Kembali ke Titik Nol Semi Palar

Setiap tahun, Semi Palar pasti menyelenggarakan Buka Puasa Bersama. Kita tahu di mana-mana BukBer seakan jadi sebuah keharusan. Sebuah trend di berbagai kelompok masyarakat. Walaupun sekilas apa yang dilaksanakan tampak sama, di bawah permukaan ada spirit yang tersimpan dan hal yang ingin dicapai.…

Andy Sutioso10