AtomicEssay

AES344 Jumpa Bermakna : Mr. Shafiq

Andy Sutiosopenulis arsip2

Salah satu perjumpaan yang membawa kesan. Kejadiannya di tahun 2014 di Bumi Langit, Imogiri, Jogja. Saya berkesempatan untuk tinggal menginap di tempat istimewa, di kediaman pak Iskandar Waworuntu yang mendirikan dan mengelola Bumi Langit Institute

Kamar.jpgPagi kedua, saya bangun di kamar saya yang bersahaja - di kediaman mas Anam. Salah satu warga yang tinggal di sana. Saya bangun dan melihat rumah sudah sepi padahal waktu masih menunjukkan waktu jam lima lewat sedikit. Langit sudah cukup terang. Warga Bumi Langit sudah berada di kebun.

Setelah bangun, saya menyegarkan diri dan mencari kak Dhila, yang mengantar saya ke sana dan membuat saya 'diundang' oleh pak Is untuk bermalam di sana. Sedikit cerita, kak Dhila adalah mantan kakak Smipa yang sudah duluan ke Bumi Langit dan belajar di sana. Sesampainya di Bandung dia bilang sama saya, "Pa Andy, pokoknya pa Andy suatu waktu harus ke Bumi Langit. Susah diceritainnya, tapi mesti dialami sendiri". Beberapa waktu sesudahnya akhirnya Kak Dhila yang menemani saya berkunjung dan tinggal beberapa malam di Bumi Langit .  

Setelah bertanya kepada seseorang di dekat kolam ikan, saya diarahkan menuju ke kandang sapi. Kak Dhila ternyata sedang memerah susu sapi. Saya menghampiri kak Dhila dan bertanya apa yang bisa saya bantu? Kak Dhila bilang kak Andy coba bantu Shafiq sambil menunjuk ke sisi lain kandang sapi. Shafiq kebetulan sedang menyiapkan pakan untuk sapi. Sayapun menghampiri Shafiq, menyapa beliau dan menanyakan apa yang perlu saya lakukan. Maklum saya ini orang kota yg masih bingung di tempat yang baru ini. 

Dhila.jpg

Shafiq pun mengarahkan apa yang perlu saya lakukan. Tidak terlalu sulit, sayapun membantu beliau mengaduk campuran pakan sapi dari beberapa bahan yang tersedia. Kesempatan baik, menurut saya untuk mencari tahu tentang beliau. Shafiq ini orang asing yang datang dari Afrika Selatan. Ajaib ya. Bisa saya ketemu seseorang dari Afrika Selatan di pelosok Imogiri sini. Inilah yang membuat saya penasaran. Sekarang saya punya kesempatan baik untuk ngobrol dengan beliau sambil mengaduk-aduk pakan untuk sapi Bumi Langit. 

Shafiq.jpg

Sambil bekerja sayapun bertanya pada beliau, "So, Shafiq what is the story? How did you find your way here and now you are doing this?" 

Diapun dengan segera bercerita kepada saya. Singkat cerita - dalam Bahasa Indonesia, dia berkisah bahwa dia punya usaha percetakan yang sukses di Capetown (kalau saya tidak salah). Tapi dia bilang dia tidak merasa bahagia. Sudah hampir sepuluh tahun terakhir, setiap tahun dia pergi ke berbagai tempat di seluruh dunia mencari jawaban. Sampai akhirnya dia mendengar tentang Bumi Langit dan bisa sampai di sini. Shafiq bilang, saya punya uang tapi saya tidak bahagia, hidup di kota besar penuh dengan stress. Kotanya bising, padat dan berpolusi, belum lagi kriminalitasnya. Kalau pergi ke luar rumah kita tidak merasa tenang. Beliau sendiri sudah 2 bulan lebih tinggal di Bumi Langit. Setau saya pa Iskandar, memberikan kesempatan buat orang-orang seperti Shafiq untuk tinggal di sana dan memberinya sebidang lahan kebun untuk mereka olah. 

Beliau bilang, "Di sini saya heran. Saya jam lima pagi sudah bangun pagi dan selalu bersemangat - eager to go into the field". Begitu katanya. "I cannot explain why. This is a simple life yet I am so happy here. I plan to bring the whole family to move here..."  

Tidak lama terdengar suara lonceng, Shafiq menoleh kepada saya, "Andy, it's breakfast time!" ujarnya sambil tersenyum. Kamipun membagikan pakan kepada para sapi - sebagai sarapan mereka lalu kamipun pergi ke dapur di mana sarapan disajikan.   

Ini perjumpaan singkat yang buat saya sangat bermakna. Mendengar cerita Shafiq dan proses pencariannya. Kesimpulan saya saat itu sederhana - ya Shafiq menemukan bahwa kebahagiaan itu bukan dari materi atau uang belaka. Kebermaknaan hidup hadir dalam bentuk yang berbeda. Saya menyimpulkan bahwa koneksi - jadi sesuatu yang penting di sini, karena di Bumi Langit, apa yang dikerjakan di kebun - hasilnya pula lah yang akan dinikmati di atas meja makan - saat kita bersantap bersama. Saya sendiri merasakan enerji itu begitu kuat hadir di sana. Mungkin itu salah satu penjelasannya. 

Tahun 2017 saya kembali lagi ke Bumi Langit bersama Lyn dan Inka - ternyata Shafiq tidak berhasil memindahkan keluarganya ke Indonesia, ke Bumi Langit - kabarnya ada kendala dalam pengurusan visa, ijin tinggal dan lain sebagainya. Bagaimanapun saya bersyukur bisa berkenalan dan berjumpa dengan Shafiq - yang peristiwanya masih begitu jelas melekat dalam pikiran saya walaupun sudah terjadi di sekitar delapan tahun yang lalu. Salam. 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES352 Bumi Langit : Kehidupan yang Holistik

Buat teman-teman yang sempat menyaksikan filem Semesta - filem keren yang beberapa tahun lalu diputar di layar lebar, ada satu komunitas yang diliput di bagian akhir filem tersebut. Bumi Langit Institute - didirikan oleh pak Iskandar Waworuntu saya lupa beberapa tahun yang lalu setelah beliau kemba…

Andy Sutioso20
AtomicEssay

AES836 Titipan dari Herry (alm)

Sejak minggu malam, banyak dari kita teralihkan perhatiannya ke dalam peristiwa kepergian sahabat kita Herry, suami dari Ria, ayah dari Evan dan Davin yang sekian belas tahun jadi bagian dari keluarga besar Semi Palar dan berbagai dinamika interaksi di dalamnya. @joefelus, saya juga sempat menulisk…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES791 Bendera, Upacara dan Spirit Ke-Indonesia-an

Setiap tanggal 17 Rumah Belajar Semi Palar menyelenggarakan Upacara Bendera. Ritual penghormatan Sang Merah Putih dan pengkhidmatan terhadap kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan yang udaranya bisa kita hirup dalam-dalam setiap harinya saat ini. Pagi harinya, saya menerima sebuah video pendek dari mas…

Andy Sutioso00